Great Eastern Life Perkuat Pengelolaan Klaim Lewat Program Wellness

Great Eastern Life Perkuat Pengelolaan Klaim Lewat Program Wellness
Foto: Ilustrasi Great Eastern Life Perkuat Pengelolaan Klaim Lewat Program Wellness.

PT Great Eastern Life Indonesia menerapkan strategi proaktif melalui program manajemen klaim dan kesejahteraan menyeluruh guna menjaga rasio klaim asuransi kesehatan pada awal 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan inflasi medis dan kebutuhan tata kelola yang lebih ketat di industri asuransi jiwa.

Strategi perusahaan difokuskan pada pendekatan manajemen klaim yang proaktif melalui layanan kesejahteraan dari hulu ke hilir. Berdasarkan laporan dari Finansial, langkah ini bukan sekadar tambahan layanan, melainkan bagian integral dalam membangun budaya hidup sehat bagi para nasabah korporat.

Marketing Director Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata menjelaskan bahwa inisiatif tersebut mencakup berbagai tindakan pencegahan bagi karyawan perusahaan mitra.

ÔÇ£Pendekatan tersebut dijalankan melalui berbagai inisiatif pencegahan, seperti medical check-up, skrining kesehatan secara berkala, serta edukasi terkait profil risiko karyawan,ÔÇØ bebernya kepada Bisnis, dikutip pada Jumat (24/2/2026).

Perusahaan kini menitikberatkan operasional pada pengelolaan risiko kesehatan peserta serta peningkatan kualitas hidup secara umum. Pemanfaatan teknologi seperti layanan medis jarak jauh juga didorong untuk mengoptimalkan efisiensi penanganan klaim rawat jalan.

ÔÇ£Pendekatan ini mendukung akses layanan kesehatan yang lebih praktis sekaligus membantu pengelolaan biaya kesehatan secara lebih terukur,ÔÇØ sebut Roy Hendrata.

Inisiatif ini dirancang agar sejalan dengan aturan baru Otoritas Jasa Keuangan mengenai penguatan ekosistem asuransi kesehatan yang diundangkan akhir tahun lalu. Roy Hendrata menegaskan pentingnya keseimbangan antara perlindungan nasabah dan keberlanjutan bisnis perusahaan asuransi.

ÔÇ£Pendekatan ini mendukung akses layanan kesehatan yang lebih praktis sekaligus membantu pengelolaan biaya kesehatan secara lebih terukur,ÔÇØ sebutnya.

Tantangan utama yang dihadapi saat ini mencakup kenaikan biaya medis serta upaya menjaga relevansi manfaat produk di tengah persaingan pasar. Pengelolaan portofolio produk kesehatan perlu dilakukan secara strategis untuk menghadapi tekanan inflasi tersebut.

ÔÇ£Karena itu, pengelolaan produk kesehatan perlu dilakukan secara lebih strategis, dengan menyeimbangkan aspek perlindungan, utilisasi layanan, dan keberlanjutan portofolio,ÔÇØ tegas Roy Hendrata.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan melakukan penyesuaian operasional dan koordinasi intensif dengan mitra fasilitas kesehatan. Hal ini termasuk sinkronisasi dengan penyelenggara jaminan kesehatan nasional dan pembentukan dewan penasihat medis.

ÔÇ£Langkah yang telah dilakukan antara lain koordinasi dengan rumah sakit rekanan terkait pelaksanaan Coordination of Benefit [CoB] dengan BPJS Kesehatan, serta kerja sama dengan pihak ketiga yang dapat menyediakan layanan Dewan Penasihat Medis atau Medical Advisory Board [MAB],ÔÇØ jelas Roy Hendrata.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa rasio klaim asuransi kesehatan per Januari 2026 berada pada level 40,85 persen untuk sektor asuransi jiwa. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menilai kondisi klaim saat ini masih terkendali meski dihantui risiko inflasi medis.

ÔÇ£Di samping tingginya utilisasi layanan kesehatan serta kebutuhan penguatan manajemen risiko dan pengendalian klaim,ÔÇØ katanya dalam lembar jawaban RDK OJK Februari 2026, dikutip pada Jumat (17/3/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi