Grab Indonesia meluncurkan rangkaian inisiatif "Jejak Aksi Kartini Masa Kini" untuk memperluas pemberdayaan perempuan di berbagai lini ekosistemnya demi memperingati Hari Kartini 2026. Langkah ini mencakup pelatihan keamanan, literasi keuangan bagi pelaku UMKM, hingga sesi edukasi teknologi.
Program tersebut dihadirkan untuk meningkatkan kapabilitas dan rasa aman bagi kaum perempuan, dilansir dari Wolipop. Saat ini, kepemimpinan tingkat C-level di Grab telah diisi oleh 50 persen perempuan, didukung lebih dari 180 ribu mitra pengemudi perempuan di Asia Tenggara serta 61 persen mitra merchant perempuan.
Pihak manajemen menekankan pentingnya ruang pertumbuhan yang mandiri bagi para perempuan di dalam ekosistem perusahaan. Perusahaan fokus menyediakan wadah berkembang agar mereka dapat menginspirasi dampak yang lebih luas.
"Di Grab, kami ingin memastikan setiap perempuan di dalam ekosistem memiliki ruang untuk tumbuh dan mandiri. Fokus kami adalah memberikan mereka wadah untuk berkembang, sehingga mereka mampu membuka jalan dan menginspirasi perempuan lainnya untuk menciptakan dampak yang lebih luas," ujar Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan tertulis, Minggu (18/5/2026).
Upaya perlindungan di jalan raya turut diimplementasikan melalui lokakarya bertajuk "Jaga Diri di Jalan: Self-Defense untuk Perempuan Berkendara" dalam program NGERUMPI. Pelatihan ini dirancang untuk membekali mitra pengemudi perempuan dengan teknik perlindungan fisik serta peningkatan kewaspadaan.
"Kemampuan dasar untuk melindungi diri bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal kesiapan mental dan kesϻϺϻan situasional. Dengan latihan yang tepat, perempuan dapat lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi di ruang publik, termasuk saat bekerja di jalan," tutur Internationally Accredited Urban Self Protection Coach sekaligus pengajar di Gym Bela Diri Kida Dharmawangsa Dennis Laoh.
Pemberian materi ini mendapatkan respons positif dari para peserta yang beroperasi sehari-hari di lapangan. Sejumlah fitur keamanan digital di aplikasi juga dinilai membantu ketenangan kerja mereka.
"Senang banget bisa ikut pelatihan ini bareng mpok dan tante sesama Mitra Pengemudi perempuan. Saya jadi lebih kebayang harus gimana kalau ada situasi nggak enak di jalan. Apalagi sekarang juga dibantu sama fitur keamanan lewat aplikasi buat driver, seperti tombol keamanan dan kamera Dashcam. Jadi lebih tenang dan pede setiap narilk," ungkap Mitra Pengemudi GrabCar Putri, Herawati.
Selain sektor transportasi, pengelolaan finansial pelaku usaha mikro menjadi perhatian melalui program SERABI. Kegiatan ini memberikan pengajaran tentang proteksi dana darurat, modal sehat, hingga efisiensi pengeluaran usaha.
"Bagi pelaku UMKM, pengelolaan keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan bisnis. Dengan memahami cara mengatur arus kas dan membangun dana darurat, pelaku usaha dapat lebih siap menghadapi tantangan sekaligus mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan.," jelas pihak SERABI.
Pelatihan manajemen kas ini memberikan perspektif baru bagi para pemilik bisnis dalam merancang strategi pengembangan usaha. Pemahaman mengenai dana cadangan menjadi poin utama yang diserap peserta.
"Banyak insight baru yang saya dapatkan, terutama soal cara mengelola keuangan usaha. Sekarang, saya jadi lebih paham cara mengatur arus kas dan pentingnya dana darurat, jadi lebih siap untuk mengembangkan usaha ke depannya," cerita Pemilik Kedai Bakso Bakar Mantapz & Bakmi Ayam Bahagia, Trivena Florentina.
Guna memperkuat permodalan, penyaluran dana sebesar lebih dari Rp6 triliun telah dialokasikan kepada 445.000 mitra melalui program GrabModal Mantul dan GrabModal Narik. Di lini pendidikan, Grab juga telah menyelenggarakan STEM Talks di Jakarta pada 8 Mei lalu untuk menginspirasi mahasiswa di bidang teknologi dan sains.