Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana melakukan aksi pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana maksimal Rp3,5 triliun. Langkah ini diambil setelah harga saham perseroan tertahan di level Rp50 per lembar sejak tanggal 5 Mei 2026.
Aksi korporasi tersebut dilansir dari Investasi, di mana korporasi akan mengajukan persetujuan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026. Jika rencana ini disetujui, proses pembelian kembali saham akan berlangsung selama satu tahun mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Pihak manajemen GOTO menegaskan bahwa kondisi keuangan internal saat ini sangat memadai, sehingga pelaksanaan buyback tidak akan mengganggu operasional ataupun kondisi finansial perusahaan. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengoptimalkan struktur permodalan serta menyelaraskan harga saham dengan nilai fundamental perseroan.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan per Maret 2026, GOTO berhasil membukukan arus kas bebas positif yang disesuaikan sebesar Rp1,3 triliun. Pada periode yang sama, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp46,78 triliun dengan liabilitas sebesar Rp18 triliun dan ekuitas sebesar Rp28,82 triliun.
Sementara itu, data perdagangan per 18 Mei 2026 menunjukkan harga saham GOTO tetap tidak bergerak dari angka Rp50 sejak awal bulan. Secara akumulatif, nilai saham perusahaan teknologi ini telah mengalami penurunan sebesar 19 poin atau merosot 27,54 persen sejak awal tahun 2026.
Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana memberikan pandangannya mengenai kebijakan manajemen ini, yang dinilai menjadi sinyal krusial di tengah tekanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta keluarnya dana investor asing.
"Buyback memang tidak selalu langsung membuat harga saham melonjak tajam, tetapi cukup efektif membantu menahan tekanan jual berlebihan, mengurangi volatilitas, serta memperbaiki persepsi pasar terhadap fundamental," ujar Hendra.
Menurut analisisnya, langkah pemulihan modal ini berfungsi menahan tekanan psikologis yang ada di pasar pasar saham, sekaligus merefleksikan keyakinan manajemen terhadap proses perbaikan kinerja internal yang sedang berjalan.
Penilaian lain datang dari Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta yang melihat kebijakan ini dari sudut pandang likuiditas perputaran saham di bursa.
Hendra menambahkan bahwa saham GOTO saat ini memiliki potensi daya tarik tersendiri bagi para pelaku pasar modal yang memiliki profil risiko tinggi untuk memanfaatkan momentum pemulihan jangka menengah melalui strategi speculative oversold.