PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan sebesar Rp 171 miliar pada kuartal I 2026. Capaian positif sepanjang periode Januari hingga Maret ini dilansir dari Money menunjukkan penguatan fundamental perusahaan di sektor teknologi.
Selain laba bersih, emiten teknologi tersebut melaporkan EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 907 miliar selama kuartal lalu. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 131 persen secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja keuangan GOTO didukung oleh efisiensi dan profitabilitas di dua unit usaha utama, yakni On-demand Services (ODS) melalui Gojek serta Financial Technology (Fintech) yang menaungi GoPay. Unit bisnis Fintech tercatat mengalami pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 58 persen yoy menjadi Rp 1,9 triliun.
Sektor pembayaran dan pinjaman menjadi motor utama perkembangan pesat unit Fintech. Sementara itu, pendapatan unit bisnis ODS tumbuh 12 persen yoy ke angka Rp 3,4 triliun dengan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 439 miliar atau meningkat 40 persen yoy.
Peningkatan profitabilitas pada layanan Gojek juga didorong oleh kinerja segmen masyarakat menengah ke atas. Berdasarkan laporan perusahaan, kelompok pengguna dengan pengeluaran tinggi tumbuh 18 persen yoy, diikuti lonjakan penyelesaian layanan GoFood Express sebesar 84 persen yoy.
Kondisi keuangan GOTO pada awal tahun 2026 ini memicu respon positif dari kalangan analis pasar modal. Ryan Winipta, Analis Indo Premier Sekuritas, memberikan rekomendasi beli untuk saham GOTO dengan target harga Rp 110 per lembar.
ÔÇ£Rating ÔÇÿBuyÔÇÖ kami didukung oleh peningkatan berkelanjutan dalam EBITDA yang disesuaikan dan jalur yang lebih kuat menuju profitabilitas,ÔÇØ sebut Ryan Winipta, Analis Indo Premier Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (29/4/2026).
Pernyataan tersebut merujuk pada tren perbaikan operasional perusahaan yang semakin konsisten dalam menghasilkan keuntungan. Selain Indo Premier Sekuritas, sejumlah sekuritas asing turut memberikan pandangan optimis terhadap prospek saham perusahaan tersebut.
Lembaga keuangan Citi dan UBS masing-masing menetapkan target harga untuk saham GOTO pada angka Rp 110 dan Rp 100 dengan rekomendasi beli. Sementara itu, Jefferies memberikan rekomendasi serupa dengan target harga yang dipatok pada Rp 80 per saham.