GoTo Hapus Skema Langganan GoRide Hemat demi Kesejahteraan Mitra

GoTo Hapus Skema Langganan GoRide Hemat demi Kesejahteraan Mitra
Foto: Ilustrasi GoTo Hapus Skema Langganan GoRide Hemat demi Kesejahteraan Mitra.

Perusahaan teknologi GoTo memutuskan untuk menghentikan program langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi Gojek demi menjaga keseimbangan serta kesejahteraan para pekerja lapangan.

Keputusan penyesuaian sistem operasional ini diambil setelah pihak manajemen melakukan kajian mendalam terhadap program yang sudah diperluas secara nasional tersebut, seperti dilansir dari Megapolitan.

Langkah penghapusan skema tarif khusus ini mendapat respons positif dari kalangan pengemudi karena sistem sebelumnya dinilai memicu beban finansial baru dan memunculkan kecemburuan sosial di jalanan.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo menjelaskan bahwa kebijakan baru ini diambil sebagai bentuk evaluasi rutin terhadap efektivitas program perusahaan.

ÔÇ£Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi,ÔÇØ jelas Hans dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Selasa (19/5/2026).

Melalui penghentian kebijakan tersebut, GoTo kini menerapkan kesetaraan tarif dengan menyamakan mekanisme bagi hasil dengan layanan reguler, di mana mitra driver akan dikenakan potongan sebesar 8 persen per perjalanan.

Sebelum keputusan resmi ini keluar, para pengemudi ojek online di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (20/5/2026), mengeluhkan efektivitas program langganan berbayar tersebut.

ÔÇ£Ya sebenarnya sih ya intinya GoRide Hemat dihapus saya dukung gitu pasti. Enggak efektif sebenarnya sih. Jemputnya juga jauh kadang-kadang. Kasihan driver. Belum kalau misalnya kita terima gitu, sampai sana kadang di-cancel juga sama customer, ya kan?ÔÇØ ucap Hendra Susilo, salah satu driver.

Hendra menambahkan bahwa skema tersebut tidak melulu memberikan keuntungan finansial yang pasti bagi para pengemudi meskipun mereka sudah melunasi biaya langganan di awal.

Kondisi ini diperparah dengan adanya potensi persaingan yang tidak sehat akibat sistem prioritas order yang tertanam dalam program.

ÔÇ£Oke sih kalau kata saya ya. Karena kalau layanan itu masih diaktifin atau masih bisa diikuti, itu jatuhnya kalau menurut saya pilih kasih ya,ÔÇØ kata Bilal, driver lainnya.

Bilal menggarisbawahi bahwa kesenjangan distribusi order berpotensi merusak hubungan solidaritas antarmitra ojek online yang bekerja di rute yang sama.

ÔÇ£Jadi nanti kita sesama driver kayak diadu gitu lho, maksudnya kayak ÔÇÿAh gua enggak ikut, lu ikut, lu mulu yang dapat.ÔÇÖ Jadi nanti kita ada timbul kecemburuan sosial. Padahal kita kan sama-sama rekan di jalan ya,ÔÇØ tutur dia.

Kewajiban membayar biaya berlangganan di muka juga dirasa sangat memberatkan pengemudi, terutama saat kondisi orderan di aplikasi sedang sepi pembeli.

ÔÇ£Itu bayar Rp 20.000 untuk sepuluh trip. Berat lah bagi kita. Belum tentu kita gacor. Ya kan? Bisa jadi anyep kayak sekarang nih enggak dapat-dapat orderan. Tapi kalau program itu dihapus, menurut saya worth it sih,ÔÇØ tambahnya.

Program GoRide Hemat sendiri awalnya diuji coba secara terbatas sejak November 2025 sebelum akhirnya diperluas ke seluruh wilayah Indonesia pada Februari 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi