PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memutuskan untuk menghentikan skema langganan GoRide Hemat yang membebankan biaya tambahan kepada pengemudi ojek online, dilansir dari Money pada Selasa (19/5/2026).
Langkah penyesuaian ini diambil oleh manajemen perusahaan aplikasi tersebut guna menyeimbangkan struktur pendapatan dan mendukung kesejahteraan para mitra driver di seluruh Indonesia.
"Kami memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut, efektif dalam waktu dekat," ujar Direktur Utama GoTo Hans Patuwo dalam konferensi pers di Kantor GoTo, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Program berbayar bagi pengemudi ojol ini awalnya diuji coba secara terbatas sejak November 2025 sebelum akhirnya diperluas secara nasional pada Februari 2026.
"Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi," kata dia.
Penghapusan sistem langganan ini akan mengembalikan skema bagi hasil GoRide Hemat ke sistem GoRide Reguler dengan potongan komisi sebesar 8 persen per perjalanan.
Kebijakan pemotongan 8 persen tersebut merupakan bentuk kepatuhan perusahaan terhadap instruksi pemerintah yang memangkas batas bagi hasil driver dari semula 20 persen.
Dampak dari kebijakan baru ini akan memicu penyesuaian harga di sisi pengguna layanan transportasi tersebut.
"Untuk layanan Goride Hemat, akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas. Kami memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat," kata dia.
Pihak manajemen GoTo saat ini masih mematangkan persiapan teknis menjelang pemberlakuan regulasi baru ini.
"Untuk implementasinya kita akan melakukannya secepat mungkin, akan tetapi juga lagi menunggu instruksi dan persiapan dari Perpres-nya sendiri," pungkas dia.
Perusahaan kini tengah menunggu perilisan resmi Perpres 27/2026 untuk mengimplementasikan penurunan bagi hasil dan penghapusan skema langganan secara menyeluruh.