GoPay Edukasi Ratusan UMKM Bali Mengenai Keuangan dan Transaksi Digital

GoPay Edukasi Ratusan UMKM Bali Mengenai Keuangan dan Transaksi Digital
Foto: Ilustrasi GoPay Edukasi Ratusan UMKM Bali Mengenai Keuangan dan Transaksi Digital.

Pemahaman manajemen keuangan dan proteksi transaksi digital kini menjadi kebutuhan krusial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menjawab tantangan tersebut, GoPay berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, PPATK, dan AFPI menyelenggarakan program edukasi Pintar Bareng GoPay di Bali.

Seperti dilansir dari Investor Daily, agenda ini melibatkan 150 pelaku UMKM setempat. Para peserta diajak mendalami fondasi pengelolaan finansial, metode transaksi digital yang aman, hingga pemanfaatan berbagai instrumen permodalan digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Selain itu, pelaku usaha juga diberikan pembekalan mengenai potensi risiko hukum. Materi ini mencakup antisipasi penyalahgunaan badan usaha untuk kegiatan ilegal, seperti praktik pencucian uang dan aktivitas judi online.

Melalui inisiatif ini, GoPay turut mengenalkan beragam solusi keuangan digital miliknya. Layanan tersebut dirancang transparan, aman, dan mudah diakses guna mendukung keberlanjutan ekspansi bisnis pelaku usaha.

Head of Corporate Affairs GoPay, Audrey P. Petriny, menjelaskan bahwa penguasaan literasi keuangan serta pemahaman sekuritas digital merupakan fondasi krusial bagi pertumbuhan UMKM yang sehat.

"Perkembangan usaha UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga pemahaman tentang bagaimana menjalankan usaha secara aman di era digital. Melalui Pintar Bareng GoPay, bersama OJK, Bank Indonesia, PPATK, dan AFPI, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat fondasi bisnisnya, sekaligus memahami peluang dan risiko dari perkembangan teknologi keuangan digital," ujarnya.

Di sisi lain, perwakilan OJK menekankan pentingnya aspek akuntabilitas dari sisi peminjam. Hal ini diperlukan agar pelaku UMKM mampu menjaga kestabilan kas usaha dan meminimalisasi risiko gagal bayar.

"Pembiayaan yang sehat perlu dibarengi dengan tanggung jawab dalam penggunaannya. UMKM sebaiknya memastikan pinjaman benar-benar dipakai untuk hal-hal yang mendukung usaha, bukan untuk kebutuhan konsumtif. Dengan begitu, pendapatan usaha bisa berjalan seimbang dengan kewajiban pembayaran. Jika digunakan secara bijak, pembiayaan dapat membantu usaha tumbuh lebih stabil, terhindar dari risiko kredit bermasalah," ujar Adam Ultra Sjahbunan, Manajer Madya Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Bali.

Apresiasi OJK Terhadap Kolaborasi Edukasi Digital

Pihak otoritas juga memberikan apresiasi terhadap langkah strategis yang diinisiasi oleh GoPay bersama para pemangku kepentingan terkait.

"OJK mengapresiasi inisiatif GoPay dan mitra strategis dalam program literasi seperti Pintar Bareng GoPay. Upaya ini sejalan dengan misi OJK memperkuat literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi UMKM, agar masyarakat tidak hanya mudah mengakses layanan keuangan, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab," tutup Adam.

Program Pintar Bareng GoPay menjadi wujud nyata komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengakselerasi inklusi keuangan digital di tanah air. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu membentuk ekosistem ekonomi digital yang aman dan inklusif bagi publik.

Artikel terkait

Rekomendasi