Google resmi meluncurkan pembaruan besar Snapseed versi 4.0 untuk pengguna Android guna menghadirkan perubahan desain antarmuka dan fitur penyuntingan modern. Pembaruan ini sekaligus mengakhiri masa vakum aplikasi tersebut selama hampir dua tahun tanpa pemutakhiran signifikan bagi sistem operasi Android.
Peluncuran aplikasi ini dilakukan secara bertahap melalui Google Play Store sebagaimana dilansir dari Tekno. Langkah ini bertujuan untuk menyetarakan fitur pada perangkat Android setelah sebelumnya Google hanya merilis versi 3.0 khusus untuk pengguna iOS pada tahun 2025 lalu.
Pimpinan Snapseed, Giles Ochs, sempat memberikan bocoran mengenai kehadiran pembaruan tersebut pada awal pekan lalu. Penjelasan resmi Google menyebutkan bahwa rancangan antarmuka baru ini ditujukan untuk menciptakan proses kerja yang lebih intuitif bagi para penggunanya.
"Kini Anda juga bisa menyesuaikan workspace lebih jauh dengan menambahkan lebih banyak alat favorit, sehingga fitur yang paling sering digunakan selalu mudah dijangkau," tulis Google.
Perusahaan kini membagi sistem navigasi aplikasi menjadi tiga tab utama yang terdiri dari Looks, Tools, dan Export untuk mempermudah akses. Pada halaman utama, pengguna akan disuguhkan tampilan grid yang berisi riwayat foto yang telah diproses menggunakan aplikasi tersebut.
Beberapa fitur unggulan yang diperkenalkan meliputi non-destructive editing serta batch editing untuk menerapkan gaya edit ke banyak foto sekaligus. Selain itu, terdapat fitur Smart Masking yang mampu mendeteksi objek atau latar belakang secara otomatis dengan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Google juga menyematkan sejumlah alat profesional baru seperti Color HSL, Halation, Dehaze, dan Bloom untuk hasil foto yang lebih sinematik. Semua fitur tambahan tersebut disediakan secara gratis tanpa adanya gangguan iklan, tanda air, maupun keharusan membayar biaya langganan bulanan.
Inovasi lain yang menonjol adalah kehadiran Snapseed Camera yang memungkinkan pengguna memotret langsung dengan efek film secara real-time. Kamera bawaan ini dilengkapi mode Pro untuk mengatur ISO, kecepatan rana, serta fokus secara manual layaknya kamera profesional.
Fitur kamera tersebut mendukung berbagai simulasi film analog populer, di antaranya Kodak Portra, Fuji Superia, hingga Polaroid. Meskipun distribusi resmi dilakukan lewat Play Store, pengguna yang ingin mencoba lebih awal dapat mengaksesnya melalui kanal Telegram GApps Leaks.