Google Hapus Game Doki Doki Literature Club dari Play Store

Google Hapus Game Doki Doki Literature Club dari Play Store
Foto: Ilustrasi Google Hapus Game Doki Doki Literature Club dari Play Store.

Google secara resmi menghapus permainan video Doki Doki Literature Club (DDLC) dari layanan Google Play Store pada Selasa, 14 April 2026. Keputusan ini diambil karena konten dalam gim tersebut dinilai melanggar ketentuan layanan terkait penggambaran tema-tema sensitif.

Pihak pengembang, Team Salvato, mengonfirmasi kabar penghapusan tersebut melalui pernyataan resminya. Dilansir dari Detikcom, langkah Google ini mengejutkan basis penggemar gim yang dikenal memiliki elemen horor psikologis di balik visual animenya yang ceria.

"Penjelasan mereka adalah konten tersebut melanggar Ketentuan Layanan mereka karena penggambaran tema-tema sensitif," kata pihak Team Salvato dalam keterangan tertulisnya. Perusahaan menyatakan bahwa Google memilih untuk mencabut akses aplikasi tersebut secara mendadak dari toko aplikasi Android.

Doki Doki Literature Club pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 sebagai novel visual metafiksi. Meski awalnya terlihat seperti simulator kencan sekolah menengah yang manis, gim ini menyajikan alur cerita gelap yang menembus dinding keempat dan melibatkan unsur horor Lovecraftian.

Sebagai dampak dari pemblokiran ini, calon pemain di platform Android tidak dapat mengunduh gim tersebut secara resmi melalui Play Store. Kendati demikian, Team Salvato menegaskan bahwa DDLC masih tersedia dan dapat diakses melalui platform besar lainnya seperti iOS, Nintendo Switch, dan PlayStation.

Tim pengembang saat ini sedang mengupayakan berbagai langkah agar gim tersebut dapat kembali tersedia bagi pengguna Android. Team Salvato juga tengah mempertimbangkan opsi distribusi alternatif di luar Google Play Store untuk memenuhi antusiasme para pengguna perangkat seluler.

Dalam permainan ini, pemain berperan sebagai siswa SMA yang bergabung dalam klub sastra dan berinteraksi dengan karakter seperti Sayori, Yuri, Natsuki, dan Monika. Hingga saat ini, proses diskusi antara pengembang dan pihak Google terkait pemulihan aplikasi masih terus diupayakan.

Artikel terkait

Rekomendasi