Gojek Tindak Tegas Driver Ojol yang Diduga Pukul Pemotor di Menteng

Gojek Tindak Tegas Driver Ojol yang Diduga Pukul Pemotor di Menteng
Foto: Ilustrasi Gojek Tindak Tegas Driver Ojol yang Diduga Pukul Pemotor di Menteng.

Aksi dugaan pemukulan yang dilakukan oleh oknum pengemudi ojek online (ojol) terhadap seorang pengendara sepeda motor menjadi viral di media sosial pada Rabu, 22 April 2026. Peristiwa ini memicu reaksi cepat dari pihak aplikator terkait tindakan kekerasan di jalan raya tersebut.

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @jakpus24jam.info. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Megapolitan, ketegangan antara driver berjaket Gojek dan pengendara motor itu terjadi di kawasan Jalan Kebon Sirih Timur Dalam, Menteng, Jakarta Pusat.

Kronologi kejadian bermula saat korban yang mengendarai motor bergerak ke arah selatan mengikuti arus lalu lintas. Di lokasi tersebut, oknum driver ojol justru menunjukkan sikap konfrontatif dengan menantang korban untuk memviralkan perselisihan mereka ke platform digital seperti Facebook dan TikTok.

Ketegangan memuncak saat lampu lalu lintas berubah hijau dan kendaraan dari arah utara mulai melaju. Oknum pengemudi ojol tersebut tetap merangsek menuju arah Jalan Raya Kebon Sirih sambil melakukan tindakan fisik sebelum akhirnya melarikan diri dari tempat kejadian perkara.

Meskipun rekaman video tidak menangkap secara jelas bagian tubuh korban yang terkena hantaman, suara benturan keras terdengar dalam cuplikan tersebut. Suara "braaak" muncul sesaat sebelum pelaku langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi.

Manajemen Gojek Indonesia memberikan respons cepat atas laporan kekerasan yang melibatkan mitranya. Perusahaan menyatakan telah melakukan penanganan menyeluruh terhadap kasus ini untuk memastikan integritas layanan dan keamanan pengguna jalan.

"Termasuk memanggil mitra driver untuk dimintai keterangan," demikian berdasarkan keterangan dari akun media sosial resmi Gojek yang sudah dikonfirmasi Kompas.com pada Rabu.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa proses investigasi internal telah rampung dan hasilnya sudah dikomunikasikan langsung kepada pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. Sanksi administratif dan operasional pun telah dijatuhkan kepada oknum yang bersangkutan.

Mitra driver yang melakukan pelanggaran tersebut diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku di perusahaan. Kebijakan ini merujuk pada ketentuan Tartibjek yang menjadi standar perilaku bagi seluruh mitra pengemudi di bawah naungan Gojek Indonesia.

Manajemen kembali mempertegas posisi perusahaan yang tidak memberikan ruang bagi segala bentuk tindak kekerasan. Gojek berkomitmen untuk terus membekali mitranya dengan pelatihan standar pelayanan dan aspek keselamatan demi kenyamanan seluruh pengguna jalan raya.

"Serta menghormati pengguna jalan lainnya melalui program pelatihan pelayanan prima dan keselamatan berkendara," tulis keterangan akun Gojek.

Artikel terkait

Rekomendasi