Penurunan fungsi ginjal sering kali tidak disadari oleh penderita karena tidak munculnya gejala signifikan pada tahap awal perkembangan penyakit. Kondisi ini biasanya berlangsung secara bertahap mulai dari stadium satu hingga lima, sebagaimana dilansir dari Detik Health melalui keterangan spesialis penyakit dalam.
Dr Rudy Kurniawan, SpPD, menjelaskan bahwa kerusakan organ penyaring darah ini kerap baru terdeteksi ketika kondisinya sudah cukup parah. Hal ini disebabkan oleh minimnya keluhan fisik yang dirasakan pasien pada fase prematur kerusakan organ tersebut.
"Di tahap awal banyak pasien tidak merasakan gejala apapun, sehingga sering terdiagnosis saat sudah lanjut," kata dr Rudy Kurniawan, SpPD.
Berdasarkan data dari National Kidney Disease, banyak orang yang keliru mengaitkan tanda gangguan ginjal dengan keluhan penyakit lainnya. Rendahnya kesadaran akan kondisi ini membuat mayoritas pengidap tidak mengetahui status kesehatan mereka sendiri.
"Pengidap penyakit ginjal cenderung tidak mengalami gejala hingga stadium akhir, ketika ginjal mengalami kegagalan atau ketika terdapat banyak protein dalam urine. Inilah salah satu alasan mengapa hanya 10 persen pengidap penyakit ginjal kronis yang mengetahui mereka mengidapnya," kata Dr Joseph Vassalotti, Kepala Petugas Medis di National Kidney Foundation.
Salah satu manifestasi klinis yang patut diwaspadai adalah terjadinya pembengkakan pada bagian tubuh tertentu seperti kaki, pergelangan kaki, atau wajah. Dr Rudy menegaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan ketidakmampuan organ dalam meregulasi zat di dalam tubuh.
"Karena ginjal tak mampu membuang cairan dan garam berlebih," ucap dr Rudy Kurniawan, SpPD.
Selain edema atau pembengkakan, gejala lain yang menyertai meliputi penurunan nafsu makan, mual, muntah, kulit gatal, hingga peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari. Pasien juga mungkin mengalami anemia yang ditandai dengan tubuh lemas dan wajah pucat, serta tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan.
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan mengelola tekanan darah di bawah ambang 140/90 dan menjaga kadar gula darah untuk menghindari diabetes. Obesitas juga harus dihindari karena berat badan berlebih memaksa filter ginjal bekerja lebih keras menangani aliran darah yang besar.
Evaluasi kesehatan ginjal secara medis dapat ditempuh melalui tiga prosedur utama, yakni tes tekanan darah, tes UACR untuk mengukur albumin dan kreatinin dalam urine, serta tes eGFR. Pemeriksaan eGFR secara spesifik menghitung laju filtrasi glomerulus berdasarkan kadar kreatinin darah untuk menentukan efektivitas penyaringan limbah oleh ginjal.