Gates Foundation Trust melepas seluruh kepemilikan saham mereka di raksasa teknologi Microsoft pada kuartal I-2026. Langkah divestasi total dari lembaga pengelola dana abadi tersebut terungkap melalui dokumen laporan kuartalan Form 13F yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC AS).
Laporan keuangan terbaru menunjukkan badan pengelola dana dengan total nilai portofolio mencapai US$ 31,7 miliar tersebut kini sudah tidak mengantongi saham Microsoft, seperti dilansir dari Investor Daily pada Minggu (17/5/2026). Penjualan ini menjadi puncak dari tren pengurangan porsi saham yang telah dimulai sejak kuartal IV-2023.
Organisasi milik Bill Gates ini beroperasi dengan struktur dua bagian yang memisahkan kegiatan amal dan manajemen investasi. Gates Foundation berfokus penuh pada penyaluran hibah sosial, sedangkan Gates Foundation Trust bertugas mengelola dana abadi sekaligus menjadi penyokong pendanaan seluruh aksi kemanusiaan tersebut.
Aset yang dikelola oleh pihak trust berasal dari donasi pribadi Bill Gates beserta mantan istrinya, Melinda French Gates, serta kontribusi tahunan dari miliarder Warren Buffett. Saham Microsoft lama menjadi inti dari portofolio investasi karena pendiri perusahaan rutin mendonasikan saham mereka ke yayasan ini.
Porsi kepemilikan saham Microsoft di dalam portofolio sempat mendominasi hingga mencapai 27% pada kuartal III-2022 setelah adanya penambahan saham dalam jumlah besar. Namun, pemangkasan kepemilikan terus mengalami akselerasi dalam kurun waktu dua tahun terakhir hingga mencapai titik nol pada periode yang berakhir 31 Maret 2026.
Bill Gates mendirikan Microsoft pada 1975 bersama Paul Allen dan menjabat sebagai CEO hingga tahun 2000. Gates kemudian menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris hingga 2014, sebelum akhirnya mundur sepenuhnya dari jajaran direksi pada 2020 demi fokus pada aksi kemanusiaan.
Pada tahun 2000, ia bersama Melinda French Gates mendirikan Bill & Melinda Gates Foundation yang bertransformasi menjadi salah satu organisasi amal terbesar di dunia. Nama organisasi tersebut resmi diubah menjadi Gates Foundation saja pada tahun 2025 setelah perceraian keduanya.
Saat ini, yayasan tersebut telah berkomitmen untuk membelanjakan seluruh dana abadinya dan menutup organisasi sepenuhnya pada tahun 2045. Fokus utama mereka saat ini tertuju pada program penurunan angka kematian anak, peningkatan kesehatan ibu, serta pemberantasan penyakit menular seperti malaria dan polio.