Maskapai nasional Garuda Indonesia berhasil menempati peringkat ke-24 dalam daftar The WorldÔÇÖs Best Full-Service Airlines for 2026 yang dirilis oleh AirlineRatings.com pada Kamis (30/4/2026). Pencapaian ini menjadikan perusahaan tersebut sebagai satu-satunya perwakilan maskapai asal Indonesia di tingkat internasional.
Keberhasilan tersebut diraih saat perusahaan sedang melakukan akselerasi kinerja dan transformasi penyehatan internal. Dilansir dari Money, penilaian dilakukan berdasarkan aspek kualitas produk dalam pesawat, makanan, hingga standar pelayanan awak kabin kepada para pengguna jasa.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa pengakuan global ini memberikan makna penting bagi arah kebijakan perusahaan saat ini.
"Di tengah dinamika industri penerbangan global yang penuh tantangan, pencapaian ini tentunya menjadi sinyal positif yang mencerminkan progres dari program transformasi Perusahaan," jelas Glenny.
Manajemen menegaskan komitmen untuk terus mendorong perbaikan layanan secara menyeluruh melalui optimalisasi operasional dan pemanfaatan teknologi digital.
"Melalui rekognisi tersebut, Garuda Indonesia berkomitmen mengakselerasi berbagai transformasi kinerja yang tidak hanya berfokus pada perbaikan layanan secara menyeluruh, tetapi juga optimalisasi operasional dan pengembangan digitalisasi layanan secara berkelanjutan," lanjut Glenny.
Upaya peningkatan standar internasional ini direncanakan tetap berjalan secara terukur guna memperkuat daya saing maskapai di pasar global.
"Ke depan, program transformasi Perusahaan akan terus diakselerasikan secara menyeluruh, dengan pendekatan yang berkelanjutan, adaptif, dan terukur guna meningkatkan standar layanan bertaraf internasional yang memperkuat posisi dan daya saing Garuda Indonesia di industri global," tegas Glenny.
| Peringkat | Maskapai |
|---|---|
| 1 | Qatar Airways |
| 2 | Cathay Pacific |
| 3 | Singapore Airlines |
| 4 | Korean Air |
| 5 | STARLUX Airlines |
| 6 | Japan Airlines |
| 7 | Turkish Airlines |
| 8 | Emirates |
| 9 | Air New Zealand |
| 10 | Etihad Airways |
| 11 | EVA Air |
| 12 | Qantas |
| 13 | Virgin Atlantic |
| 14 | Hainan Airlines |
| 15 | All Nippon Airways (ANA) |
| 16 | Vietnam Airlines |
| 17 | jetBlue |
| 18 | KLM Royal Dutch Airlines |
| 19 | Air France |
| 20 | Malaysia Airlines |
| 21 | Thai Airways |
| 22 | Fiji Airways |
| 23 | Saudia Airlines |
| 24 | Garuda Indonesia |
| 25 | LOT Polish Airlines |
Sebelumnya, peringkat bintang lima Garuda Indonesia mengalami penurunan menjadi bintang empat oleh lembaga pemeringkat Skytrax pada 6 Maret 2026. Penurunan ini dipicu oleh kondisi fasilitas di darat dan produk pesawat yang dinilai sudah tertinggal zaman.
"Garuda Indonesia, yang dulunya merupakan maskapai bintang 5, sedang menjalani masa restrukturisasi. Dengan banyaknya produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar yang kini sudah sangat ketinggalan zaman dan perlu ditingkatkan atau dimodernisasi, peringkat Garuda Indonesia telah diturunkan menjadi maskapai bintang 4," tulis Skytrax.
Saat ini, Garuda Indonesia tengah mengimplementasikan peta jalan perbaikan yang mencakup revitalisasi layanan darat, pembaruan fasilitas lounge, hingga penguatan hiburan kabin berdasarkan konsep pengalaman 5 senses.