Garibaldi Thohir Tambah Kepemilikan Saham ESSA Sepanjang April 2026

Garibaldi Thohir Tambah Kepemilikan Saham ESSA Sepanjang April 2026
Foto: Ilustrasi Garibaldi Thohir Tambah Kepemilikan Saham ESSA Sepanjang April 2026.

Bos Adaro Energy, Garibaldi Thohir, tercatat menambah kepemilikan saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sepanjang April 2026. Pengusaha yang akrab disapa Boy Thohir tersebut membeli tambahan sekitar 234,96 juta saham ESSA, seperti dikutip dari Investasi.

Melalui transaksi tersebut, total kepemilikan Garibaldi Thohir meningkat menjadi sekitar 2,74 miliar saham. Jumlah ini setara dengan 15,91% dari total saham Perseroan.

Perubahan kepemilikan modal ini tercatat dalam laporan registrasi pemegang efek. Laporan bulanan tersebut dikelola oleh Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom.

Selain Garibaldi Thohir, Chander Vinod Laroya juga dilaporkan menambah kepemilikan saham ESSA sebanyak 429,96 juta saham. Tambahan ini membuat kepemilikan Chander Vinod Laroya meningkat menjadi sekitar 3,25 miliar saham atau setara 18,88%.

Porsi kepemilikan publik non-warkat turut mengalami kenaikan sebanyak 262,57 juta saham. Kepemilikan publik kini menjadi sekitar 9,88 miliar saham atau setara dengan 57,37% dari total saham Perseroan.

Sebaliknya, Arif Rachmat justru mengurangi kepemilikan sahamnya sebanyak 1,65 juta saham. Langkah ini membuat porsi saham Arif Rachmat yang tersisa menjadi sekitar 222.100 saham.

Penurunan Jumlah Investor

ESSA mengumumkan adanya perubahan jumlah saham yang beredar di pasar. Jumlah saham beredar yang sebelumnya tercatat sebesar 16,30 miliar saham kini berubah menjadi 17,22 miliar saham.

Di tengah perubahan komposisi kepemilikan saham tersebut, jumlah pemegang saham ESSA justru mengalami penurunan signifikan pada April 2026. Investor ESSA turun menjadi 21.992 pemegang saham dari bulan sebelumnya yang mencapai 26.602 investor.

Aksi borong saham oleh Garibaldi Thohir menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar. Langkah ini menunjukkan peningkatan kepemilikan oleh pemegang saham utama di tengah dinamika pasar saham domestik.

Artikel terkait

Rekomendasi