Garda Revolusi Iran Sita Kapal Internasional di Selat Hormuz

Garda Revolusi Iran Sita Kapal Internasional di Selat Hormuz
Foto: Ilustrasi Garda Revolusi Iran Sita Kapal Internasional di Selat Hormuz.

Garda Revolusi Iran menembaki tiga kapal dan menyita dua di antaranya saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (22/4/2025). Eskalasi di jalur pelayaran utama ini terjadi di tengah blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat yang memicu lonjakan harga energi global.

Aksi militer tersebut berlangsung tepat sehari pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperpanjang status gencatan senjata namun tetap mempertahankan blokade ekonomi. Dilansir dari Kompas, konfrontasi kedua negara ini telah melumpuhkan hampir seluruh aktivitas ekspor melalui Selat Hormuz.

Data ekonomi menunjukkan konflik tersebut berdampak langsung pada pasar global dengan lonjakan harga minyak mentah Brent hingga di atas $100 per barel. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 35 persen dibandingkan harga sebelum pecahnya konflik.

Komisaris energi Uni Eropa, Dan J├©rgensen, menyoroti beban finansial besar yang harus ditanggung Benua Biru akibat gangguan logistik di Timur Tengah tersebut. Menurutnya, situasi ini merupakan salah satu krisis energi paling signifikan dalam 50 tahun terakhir.

"Krisis yang terjadi saat ini setara dengan krisis energi besar lainnya selama setengah abad terakhir," kata Dan J├©rgensen, Komisaris energi Uni Eropa.

J├©rgensen menambahkan bahwa gangguan arus komoditas ini memberikan tekanan ekonomi harian yang sangat berat bagi stabilitas kawasan Eropa. Kerusakan ekonomi diprediksi akan terus berlanjut selama jalur pelayaran internasional tersebut belum sepenuhnya aman.

"Gangguan tersebut merugikan Eropa sekitar 600 juta dolar AS setiap hari," ujar Dan J├©rgensen, Komisaris energi Uni Eropa.

Pemerintah Panama memberikan respons keras terhadap insiden yang melibatkan salah satu kapalnya, MSC Francesca. Otoritas Panama menegaskan bahwa tindakan Iran tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan keselamatan navigasi laut.

"Penyitaan ilegal," sebut Pemerintah Panama.

Di sisi lain, Gedung Putih memberikan pernyataan resmi mengenai status hukum penyitaan tersebut dalam kerangka perjanjian yang ada. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengklarifikasi bahwa insiden ini secara teknis tidak membatalkan kesepakatan gencatan senjata.

"Namun, penyitaan kapal-kapal tersebut oleh Iran dianggap tidak melanggar ketentuan gencatan senjata, karena kapal tersebut bukan milik AS atau Israel, ini adalah dua kapal internasional," kata Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih.

Dua kapal yang dibawa menuju Iran diidentifikasi sebagai MSC Francesca dan Epaminondas, di mana kapal terakhir dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian anjungan akibat tembakan. Hingga kini, tidak ada laporan mengenai korban luka di antara kru kapal, sementara kapal ketiga bernama Euphoria dilaporkan terdampar di pantai Iran.

Artikel terkait

Rekomendasi