Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kebijakan pembatasan lalu lintas sistem ganjil genap tidak diberlakukan pada Kamis (1/5/2026). Langkah ini diambil karena tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Buruh atau May Day yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui akun media sosial resminya memberikan konfirmasi mengenai kelancaran arus lalu lintas bagi seluruh jenis kendaraan pada hari tersebut. Pengumuman ini bertujuan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan mereka di wilayah ibu kota tanpa terkendala aturan plat nomor.
"Ganjil genap tidak berlaku pada 1 Mei. Semua kendaraan dapat melintas seperti biasa," tulis akun @dishubdkijakarta.
Keputusan peniadaan pembatasan jalan ini berlandaskan pada regulasi hukum yang berlaku mengenai hari libur. Dasar hukum pertama adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025.
Selain SKB tersebut, kebijakan ini juga bersandar pada aturan internal daerah. Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019, khususnya Pasal 3 ayat (3), mengatur secara spesifik bahwa sistem ganjil genap ditiadakan pada hari Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden.
Dengan berlakunya aturan ini, kendaraan berpelat ganjil maupun genap tetap diperbolehkan melintasi 25 ruas jalan protokol yang biasanya menjadi titik pembatasan. Pemprov DKI Jakarta tetap memberikan imbauan kepada para pengguna jalan untuk selalu menjaga ketertiban selama berkendara meskipun pengawasan ganjil genap sedang dijeda.
| No | Nama Ruas Jalan |
|---|---|
| 1 | Jalan Pintu Besar Selatan |
| 2 | Jalan Gajah Mada |
| 3 | Jalan Hayam Wuruk |
| 4 | Jalan Majapahit |
| 5 | Jalan Medan Merdeka Barat |
| 6 | Jalan MH Thamrin |
| 7 | Jalan Jenderal Sudirman |
| 8 | Jalan Sisingamangaraja |
| 9 | Jalan Panglima Polim |
| 10 | Jalan Fatmawati (Simpang Jalan Ketimun - Jalan TB Simatupang) |
| 11 | Jalan Suryopranoto |
| 12 | Jalan Balikpapan |
| 13 | Jalan Kyai Caringin |
| 14 | Jalan Tomang Raya |
| 15 | Jalan Jenderal S Parman |
| 16 | Jalan Gatot Subroto |
| 17 | Jalan MT Haryono |
| 18 | Jalan HR Rasuna Said |
| 19 | Jalan D.I Pandjaitan |
| 20 | Jalan Jenderal A. Yani |
| 21 | Jalan Pramuka |
| 22 | Jalan Salemba Raya (Sisi Barat dan Timur) |
| 23 | Jalan Kramat Raya |
| 24 | Jalan Stasiun Senen |
| 25 | Jalan Gunung Sahari |
Masyarakat diminta untuk tetap memperhatikan kondisi lalu lintas dan mematuhi rambu-rambu yang ada di setiap jalur tersebut. Peniadaan kebijakan ini berlaku penuh selama satu hari penuh pada peringatan Hari Buruh tersebut.