Game Windrose Terdeteksi Bisa Merusak SSD Pemain Secara Drastis

Game Windrose Terdeteksi Bisa Merusak SSD Pemain Secara Drastis
Foto: Ilustrasi Game Windrose Terdeteksi Bisa Merusak SSD Pemain Secara Drastis.

Game RPG bertema bajak laut, Windrose, baru-baru ini memicu kekhawatiran di kalangan komunitas pemain karena dilaporkan dapat memperpendek usia perangkat penyimpanan secara ekstrem. Masalah teknis ini muncul setelah peluncurannya di jalur Early Access Steam yang biasanya memang identik dengan keberadaan sejumlah bug.

Seperti dilansir dari Detik iNET, game bergenre survival adventure garapan studio Kraken Express ini kedapatan melakukan aktivitas penulisan data (write data) yang tidak wajar. Pemain mulai menyadari adanya beban berat pada komponen penyimpanan saat mereka menjalankan karakter di dalam game.

Aktivitas pembacaan dan penulisan data melonjak hingga 30MB per detik ketika karakter pemain sekadar berlari mengelilingi markas. Beban kerja perangkat keras ini dilaporkan menjadi jauh lebih parah saat pemain sedang mengemudikan kapal di dalam permainan tersebut.

Jika dikalkulasikan dalam sesi permainan normal, Windrose terdeteksi menulis data sekitar 108GB setiap satu jam. Bagi pengguna Hard Disk Drive (HDD) konvensional, beban ini mungkin tidak terlalu berdampak pada fisik perangkat, namun bagi pengguna Solid State Drive (SSD), hal ini merupakan ancaman serius.

Kepingan memori NAND Flash pada SSD memiliki batasan siklus penulisan data tertentu sebelum akhirnya mengalami kegagalan fungsi. Terutama bagi pengguna SSD tipe QLC modern, beban Input/Output (I/O) yang dipaksakan secara ekstrem dan terus-menerus dapat menghabiskan masa pakai perangkat lebih cepat.

Analisis mendalam dilakukan oleh YouTuber Pixel Operative bersama pakar penyimpanan NewMaxx/BoreCraft untuk menemukan akar masalah tersebut. Mereka menemukan bahwa gangguan ini berasal dari sistem database RocksDB yang digunakan pengembang untuk menyimpan kemajuan pemain.

Pangkal persoalan terletak pada kesalahan konfigurasi oleh Kraken Express yang mengatur kapasitas cache database terlalu kecil. Hal ini menyebabkan memori cache penuh seketika dan memaksa sistem terus-menerus melakukan proses flush atau pembuangan data langsung ke disk fisik.

Langkah Cepat Perbaikan dari Pengembang

Menanggapi keteledoran yang mengancam hardware pemain, studio Kraken Express segera mengambil langkah cepat dengan merilis patch terbaru. Pada 30 April 2026, pihak pengembang meluncurkan pembaruan yang fokus mengatasi penggunaan SSD dan CPU yang berlebihan.

Hasil dari pembaruan tersebut dilaporkan sangat signifikan dalam menurunkan beban kerja sistem. Sebelum patch diterapkan, kesalahan pada database RocksDB menghasilkan sekitar 90.000 hingga 130.000 aktivitas penulisan data per detik.

Setelah perbaikan dilakukan, angka penulisan data merosot tajam menjadi hanya rata-rata 20 hingga 30 penulisan per detik saat pemain sedang berlayar. Penurunan ini mengembalikan beban kerja perangkat penyimpanan ke tingkat yang normal dan aman bagi komponen PC.

Para gamer yang telah menginstal Windrose sangat disarankan untuk segera melakukan update ke versi terbaru guna mengamankan usia perangkat penyimpanan mereka. Langkah ini krusial dilakukan agar hardware tetap terjaga meskipun game masih berada dalam tahap pengembangan Early Access.

Artikel terkait

Rekomendasi