Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan tidak berencana menciptakan segmen kendaraan baru di bawah low cost green car (LCGC) meski penjualan kategori tersebut terus merosot pada kuartal pertama 2026, tepatnya hingga Minggu (19/4). Penurunan ini dipicu oleh pelemahan daya beli konsumen nasional.
Data yang dilansir dari Detik Oto menunjukkan pangsa pasar LCGC menyusut drastis dari 20,1 persen pada 2024 menjadi hanya 15,7 persen pada 2025. Tren negatif tersebut berlanjut tahun ini dengan angka penjualan hanya menyentuh 28.831 unit pada tiga bulan pertama, atau terkontraksi sebesar 29,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menegaskan bahwa industri otomotif saat ini tidak memerlukan segmen kendaraan yang lebih murah dibandingkan LCGC. Ia mengkhawatirkan adanya pengurangan standar fitur jika harga ditekan lebih rendah lagi.
"Kita nggak lihat itu (bikin segmen mobil lebih rendah dari LCGC). Kalau itu terjadi, seolah-olah beli mobil harga murah, kemudian fiturnya dikurangi," ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum (Sekum) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Kukuh menjelaskan bahwa fokus industri seharusnya adalah meningkatkan keterjangkauan melalui penguatan ekonomi masyarakat, bukan dengan menurunkan kualitas spesifikasi kendaraan. Hal ini berkaitan erat dengan aspek keselamatan yang tidak boleh dikompromikan demi harga.
"Kita poinnya affordable, artinya mobil lebih bagus tapi daya beli masyarakat meningkat. Bukan kemudian mobilnya diturunin supaya masyarakat bisa beli. Kemudian itu juga punya efek lain. Misal faktor keselamatan turun. Nggak boleh dong," tambah Kukuh Kumara, Sekretaris Umum (Sekum) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Kondisi pasar saat ini mencatat harga unit LCGC telah mendekati angka Rp 200 juta, melonjak jauh dari harga awal kemunculannya yang berada di bawah Rp 150 juta. Meskipun dikenal sebagai kendaraan irit bahan bakar, total volume penjualan lima model LCGC pada tahun lalu hanya mampu menembus angka 130 ribuan unit.