Lembaga penyedia indeks FTSE Russell mengumumkan rencana penghapusan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari indeks mereka pada tinjauan Juni 2026 mendatang. Langkah ini diambil menyusul konfirmasi terkait tingginya konsentrasi kepemilikan saham atau High Shareholding Concentration (HSC) pada kedua emiten tersebut.
Keputusan tegas ini merupakan kelanjutan dari langkah serupa yang telah dilakukan oleh MSCI terhadap dua saham tersebut pada tinjauan indeks edisi Mei 2026. Berdasarkan data yang dilansir dari Investor Daily, konsentrasi kepemilikan saham BREN tercatat mencapai 97,31 persen, sementara kepemilikan saham DSSA berada pada angka 95,76 persen.
FTSE Russell melalui pengumuman resminya pada Rabu (13/5/2026) waktu setempat menekankan kebijakan untuk mendepak saham yang mendapatkan peringatan dari otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait status HSC. Kebijakan ini bertujuan menjaga integritas indeks global dari risiko likuiditas yang rendah akibat dominasi pemegang saham tertentu.
BREN sebelumnya sempat menduduki posisi sebagai konstituen saham berkapitalisasi besar dalam FTSE Global All Cap Indexes sebelum akhirnya dihapus pada September 2024. Di sisi lain, DSSA masih tercatat sebagai bagian dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS) hingga posisi 30 April 2026 sebelum pengumuman penghapusan ini diterbitkan.
"Index Treatment for The Juni 2026 Index Review" tulis FTSE dalam pengumuman resmi tersebut.
Pihak pengelola indeks menekankan bahwa transparansi kepemilikan menjadi faktor krusial dalam menentukan kelayakan sebuah emiten untuk tetap berada dalam daftar konstituen. Setelah pengumuman ini, pelaku pasar kini menantikan implementasi teknis penghapusan tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada periode tinjauan indeks bulan Juni.