PT Finnet Indonesia memperkuat ekosistem pembayaran digital terintegrasi untuk menyasar pasar remitansi pekerja migran Indonesia (PMI) guna mengatasi kendala akses perbankan. Langkah ini diambil oleh entitas anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tersebut pada Jumat (8/5/2026) melalui pengembangan umbrella brand Finpay.
Data Bank Indonesia yang dilansir dari Finansial menunjukkan nilai remitansi pekerja migran mencapai Rp288 triliun pada 2025, atau tumbuh sebesar 14 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun terdapat 5,2 juta PMI di luar negeri, sebagian besar masih terhambat prosedur remitansi yang kompleks serta biaya pengiriman uang yang mahal.
Direktur Utama Finnet Rakhmad Tunggal Afifudin menjelaskan bahwa perluasan layanan melalui Finpay merupakan solusi atas tantangan finansial yang dihadapi para pekerja di luar negeri. Perusahaan fintech ini telah mengintegrasikan platform Maripay yang dirintis sejak 2022 ke dalam ekosistem Finpay untuk memperluas jangkauan layanan.
"Finnet terus mengembangkan ekosistem pembayaran yang terintegrasi dan inklusif untuk mempermudah Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya dalam mengakses layanan keuangan secara aman dan efisien," ujar Rakhmad Tunggal Afifudin, Direktur Utama Finnet.
Saat ini, infrastruktur Finpay telah menjalin kemitraan dengan perusahaan remitansi di tujuh negara untuk memfasilitasi pengiriman dana ke tanah air. Jaringan tersebut mencakup koneksi dengan 90 bank, 122 biller, 100.000 outlet, serta lebih dari 800 merchant online di berbagai wilayah.
Ekspansi ini juga melibatkan sinergi strategis dengan pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk meningkatkan aspek keamanan. Kerja sama ini difokuskan pada integrasi sistem pembayaran digital guna menjamin transparansi setiap transaksi yang dilakukan oleh para pekerja migran.
"Dengan menggandeng Finnet, proses remitansi Pekerja Migran Indonesia kepada keluarga di tanah air dapat menjadi lebih mudah, aman, dan efisien," kata Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Dzulfikar menambahkan bahwa kolaborasi teknis ini diharapkan mampu mengakselerasi tingkat inklusi keuangan di kalangan pahlawan devisa. Selain bermitra dengan pemerintah, Finnet juga menggandeng Koperasi Migran Indonesia Makmur Sejahtera (MIMS) untuk menyediakan berbagai fasilitas keuangan digital.
Dukungan untuk MIMS meliputi penyediaan layanan payment gateway, transfer dana, co-brand uang elektronik, hingga sistem kasir dan PPOB mitra Finpay. Integrasi layanan keuangan ini ditujukan untuk membangun kemandirian ekonomi bagi anggota koperasi pekerja migran pertama di Indonesia tersebut.