Dokter Harvard Ungkap Tiga Faktor Penentu Kualitas Buang Air Besar

Dokter Harvard Ungkap Tiga Faktor Penentu Kualitas Buang Air Besar
Foto: Ilustrasi Dokter Harvard Ungkap Tiga Faktor Penentu Kualitas Buang Air Besar.

Dokter gastroenterologi dari Harvard Medical School, Trisha Pasricha, mengungkapkan bahwa pola buang air besar (BAB) merupakan indikator krusial kesehatan tubuh yang sering diabaikan karena rasa malu. Dilansir dari Detik Health, gangguan pencernaan seperti kembung hingga sembelit dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan jika tidak ditangani dengan tepat.

Trisha Pasricha menyatakan bahwa banyak pasien merasa sungkan mendiskusikan keluhan sistem pembuangan mereka meskipun gejala yang dirasakan sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Bahkan saya sebagai dokter gastroenterologi masih melihat ini setiap hari. Pasien datang ke klinik saya dan mereka sangat malu untuk mengungkapkan masalahnya." kata Trisha Pasricha, Dokter Harvard Medical School.

Guna memudahkan masyarakat memahami proses ini, Pasricha memperkenalkan metode sistematis yang disebut konsep 'tiga P'. Ketiga elemen tersebut meliputi dorongan (propulsion), kelunakan (pliability), dan otot dasar panggul (pelvic floor) yang harus bekerja secara harmonis.

"Dengan informasi ini, bisa lebih mudah dan sistematis menilai mana dari tiga masalah ini yang menjadi penyebab, serta apakah sudah menerapkan semuanya secara bersamaan. Untuk mendapatkan BAB yang baik, ketiga faktor ini harus selaras." ujar Trisha Pasricha.

Faktor pertama, propulsion atau dorongan, berkaitan dengan kontraksi usus dan tekanan di rongga perut. Pasricha menjelaskan bahwa mekanisme mengejan atau Valsalva maneuver menjadi kunci untuk menggerakkan feses ke bawah.

"Ini meningkatkan tekanan di dada dan rongga perut kita, yang kemudian tidak punya arah lain selain ke bawah." jelas Trisha Pasricha.

Elemen kedua adalah pliability yang merujuk pada tekstur feses yang dipengaruhi oleh kecukupan serat dan hidrasi. Terakhir, faktor pelvic floor menuntut relaksasi otot dasar panggul agar proses pengeluaran sisa makanan tidak terhambat meski tekanan sudah diberikan.

Masalah yang menetap selama dua hingga tiga bulan, terutama jika disertai rasa nyeri atau pendarahan, memerlukan pemeriksaan medis segera untuk mendeteksi risiko penyakit kronis atau wasir.

"Jika Anda belum melihat perbaikan setelah lebih dari dua hingga tiga bulan, sebaiknya periksa ke dokter." tegas Trisha Pasricha.

Penanganan dini terhadap gangguan pencernaan dianggap sangat penting agar individu tetap bisa menjalani fungsi sosialnya tanpa hambatan fisik.

"Mengenal tubuh sendiri bisa sangat memberdayakan. Saya ingin semua orang bisa hidup tanpa kebiasaan BAB mengganggu aktivitas sosial mereka." tutur Trisha Pasricha.

Artikel terkait

Rekomendasi