FAA Rekrut Gamer Jadi Pengatur Lalu Lintas Udara Bergaji Miliaran

FAA Rekrut Gamer Jadi Pengatur Lalu Lintas Udara Bergaji Miliaran
Foto: Ilustrasi FAA Rekrut Gamer Jadi Pengatur Lalu Lintas Udara Bergaji Miliaran.

Gamer di Amerika Serikat kini memiliki peluang karier menjanjikan di luar industri hiburan dengan tawaran gaji yang mencapai miliaran rupiah per tahun. Otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), secara aktif mengincar komunitas gamer untuk mengisi posisi penting sebagai pengatur lalu lintas udara.

Langkah ini diambil karena otoritas penerbangan tersebut tengah menghadapi krisis kekurangan sumber daya manusia pada posisi air traffic controller (ATC). Dilansir dari Tekno, kampanye rekrutmen yang dijalankan oleh FAA dan Departemen Perhubungan AS sengaja menggunakan pendekatan yang menargetkan kalangan pemain game.

Para gamer dinilai memiliki sekumpulan keterampilan khusus yang sangat relevan dengan kebutuhan profesi ATC. Kualifikasi tersebut mencakup kemampuan berpikir cepat, menjaga konsentrasi tinggi dalam durasi yang lama, serta kecakapan mengelola situasi rumit di bawah tekanan besar.

Strategi rekrutmen ini didasarkan pada evaluasi internal FAA terhadap para petugas ATC yang masih aktif maupun yang sudah keluar. Dalam sesi wawancara, banyak petugas menyebutkan bahwa latar belakang hobi bermain game sangat membantu mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Menteri Perhubungan AS, Sean Duffy, menyatakan bahwa pendekatan inovatif ini sangat diperlukan untuk menjangkau generasi tenaga kerja baru. Melalui materi kampanye resminya, FAA menggunakan istilah-istilah dunia game seperti ÔÇ£level up your careerÔÇØ untuk menarik minat para pelamar muda.

Selain strategi komunikasi yang unik, insentif yang ditawarkan juga tergolong sangat kompetitif di pasar kerja. Kandidat yang berhasil lolos seleksi akan mendapatkan fasilitas pelatihan berbayar, berbagai tunjangan, serta prospek pendapatan yang sangat menggiurkan.

Untuk petugas pengatur lalu lintas udara yang sudah berpengalaman, gaji yang bisa diperoleh mencapai lebih dari 155.000 dollar AS. Angka tersebut jika dikonversikan setara dengan Rp 2,5 miliar per tahun.

Krisis Kekurangan Ribuan Tenaga Kerja

Upaya rekrutmen besar-besaran ini merupakan respons terhadap kondisi darurat tenaga ATC di Amerika Serikat yang sedang kekurangan ribuan personel. Data saat ini menunjukkan bahwa FAA masih membutuhkan sekitar 3.000 hingga 3.500 pengatur lalu lintas udara lagi untuk mencapai jumlah ideal.

Dalam satu dekade terakhir, jumlah petugas ATC di Amerika Serikat mengalami penurunan sekitar 6 persen. Ironisnya, di saat jumlah personel berkurang, volume penerbangan di wilayah udara AS justru melonjak hingga 10 persen.

Ketimpangan ini mengakibatkan banyak fasilitas pengatur lalu lintas udara beroperasi di bawah target kapasitas yang seharusnya. Bahkan, sebagian besar fasilitas tersebut tidak mampu menyentuh ambang batas ideal 85 persen dari total kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan.

Guna mengatasi krisis ini, FAA mencanangkan target ambisius untuk merekrut sekitar 8.900 petugas ATC baru hingga tahun 2028. Target ini dipasang untuk menutup celah kekurangan tenaga kerja yang disebabkan oleh beberapa faktor krusial.

Penyebab utama kelangkaan personel ini di antaranya adalah gelombang pensiun pegawai senior serta tingginya angka perputaran karyawan. Selain itu, gangguan pada proses pelatihan selama pandemi Covid-19 juga sempat menghentikan rekrutmen dan pendidikan calon petugas selama berbulan-bulan.

Artikel terkait

Rekomendasi