Organisasi advokasi kesehatan Environmental Working Group (EWG) merilis laporan terbaru mengenai buah-buahan musim panas favorit masyarakat. Seperti dilansir dari Media Indonesia, banyak di antaranya ditemukan mengandung residu pestisida berbahaya.
Temuan ini mencakup keberadaan bahan kimia abadi atau forever chemicals yang dikaitkan dengan risiko kanker. Dalam daftar Dirty Dozen tahun ini, hampir semua jenis buah yang terdaftar memiliki rata-rata empat atau lebih jenis pestisida pada setiap sampelnya, dengan pengecualian pada kentang.
Meski demikian, EWG menekankan bahwa masyarakat tidak perlu berhenti mengonsumsi buah dan sayuran. Manfaat kesehatan dari konsumsi bahan pangan tersebut tetap jauh lebih besar daripada risiko paparan pestisida.
EWG menganalisis 54.344 sampel dari 47 jenis buah berdasarkan data tes residu pestisida terbaru dari Departemen Pertanian AS (USDA). Berikut adalah lima besar buah dengan tingkat kontaminasi tertinggi yang ditemukan dalam studi tersebut.
Stroberi menempati urutan pertama sebagai buah paling kotor dalam daftar. Sebanyak 99 persen sampel terbukti positif mengandung residu pestisida, bahkan ditemukan hingga 23 jenis pestisida berbeda pada satu sampel saja.
Anggur berada di posisi kedua dalam daftar kontaminasi ini. Setidaknya 80 persen sampel anggur ditemukan mengandung residu dari minimal satu jenis bahan kimia abadi atau PFAS.
Nektarin menempati posisi ketiga dalam daftar kontaminasi tertinggi tahun ini. Sementara itu, persik berada di urutan keempat dengan hampir 99 persen sampel terkontaminasi residu.
Kontaminasi pada persik mencakup fungisida fludioxonil yang diduga dapat mengganggu aktivitas hormon dan perkembangan janin. Ceri kemudian melengkapi posisi lima besar dengan rata-rata temuan lima jenis residu pestisida, termasuk iprodione yang diklasifikasikan sebagai karsinogen.
Ancaman Bahan Kimia Abadi dan Langkah Pencegahan
Analis sains EWG, Varun Subramaniam, menyatakan bahwa temuan tahun ini menggarisbawahi keberadaan pestisida PFAS dalam rantai pasokan makanan. Bahan kimia ini sangat persisten di lingkungan dan sulit terurai.
Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini telah dikaitkan oleh para ilmuwan dengan berbagai masalah kesehatan serius. Dampak tersebut meliputi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan beberapa jenis kanker.
Selain lima buah utama di atas, daftar lengkap Dirty Dozen juga mencakup bayam, kale, sawi hijau, paprika, apel, beri hitam (blackberries), pir, kentang, dan blueberry. Guna meminimalkan risiko, konsumen disarankan untuk melakukan beberapa langkah pencegahan saat mengonsumsi buah dan sayuran.
Konsumen diimbau untuk mencuci buah dan sayuran dengan air mengalir secara menyeluruh sebelum dikonsumsi. Mempertimbangkan untuk membeli produk organik juga menjadi langkah bijak, terutama untuk jenis buah yang masuk dalam daftar Dirty Dozen.
Langkah lainnya adalah tetap menjaga pola makan seimbang dengan mengonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran. Hal ini penting dilakukan guna meminimalkan paparan berlebih dari satu jenis pestisida tertentu.