Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Kereta Api di Bekasi

Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Kereta Api di Bekasi
Foto: Ilustrasi Pemerintah Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Kereta Api di Bekasi.

Pemerintah Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian menyusul insiden kecelakaan di Bekasi Timur yang terjadi pada Senin malam. Langkah mitigasi risiko ini diambil untuk memperkuat keamanan operasional moda transportasi publik di seluruh jaringan nasional.

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama negara di atas faktor kenyamanan. Hal tersebut disampaikan saat dirinya berada di Kantor Kemenko Perekonomian pada Selasa, 28 April 2026, sebagaimana dilansir dari Money.

"Pertama-tama kita sangat prihatin dengan kecelakaan kereta api yang kemarin malam terjadi, dan kita akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap, terutama, keselamatan segala sistem yang ada," ujar Rosan Perkasa Roeslani, CEO Danantara.

Peninjauan terhadap sistem keamanan sebenarnya dilakukan secara berkala oleh otoritas terkait. Namun, kecelakaan terbaru ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperdalam pengawasan terhadap seluruh elemen operasional yang berdampak pada keselamatan penumpang.

"Memang kita selalu mengevaluasi secara menyeluruh lah, gitu ya. Karena keselamatan itu kan memang adalah hal yang paling utama dalam rangka kita, selain meningkatkan kenyamanan, tapi keselamatan adalah yang nomor satu," katanya.

Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, turut menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur pengamanan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama perbaikan diarahkan pada penambahan pintu pengaman di ribuan titik perlintasan kereta api yang tersebar di berbagai wilayah.

"Ini sebetulnya sudah masuk dalam program kerja kita tahun ini sebagaimana diarahkan bapak presiden kepada kurang lebih 1.800 lintasan kereta selama itu wajib diperbaiki harus ada pintunya," ujar Dony Oskaria, Kepala Badan Pengelola BUMN.

Program pembenahan perlintasan ini telah disiapkan sebelum terjadinya insiden di Bekasi Timur, namun cakupan evaluasinya kini diperluas. Mengenai penyebab pasti kecelakaan, manajemen operator masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang sembari menjalankan instruksi penguatan sistem keamanan transportasi.

Artikel terkait

Rekomendasi