Tim Basarnas berupaya mengevakuasi tiga orang yang masih terjebak di dalam lokomotif kereta api hingga Selasa (28/04/2026) dini hari. Upaya penyelamatan ini dilakukan dengan penuh perhitungan guna menjaga stabilitas kondisi para korban yang berada di ruang sempit.
Data jumlah korban tersebut merupakan pembaruan terkini yang disampaikan oleh Direktur Utama PT KAI setelah sebelumnya sempat dilaporkan sebanyak tujuh orang. Sebagaimana dilansir dari Kompas, proses penanganan di lapangan masih terus berlangsung di bawah koordinasi otoritas terkait.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa hingga pukul 03.00 WIB, upaya penjangkauan titik korban masih menemui hambatan teknis yang cukup berat di lokasi kejadian.
Hambatan utama dalam operasi ini adalah tebalnya lapisan logam pada badan lokomotif yang harus ditembus oleh tim penyelamat. Selain itu, keterbatasan ruang gerak di dalam kabin mesin mempersulit pergerakan personel Basarnas dalam menjangkau posisi korban secara cepat.
Petugas di lapangan harus menggunakan peralatan khusus untuk memotong material besi tanpa membahayakan keselamatan korban yang terjepit di dalamnya. Hingga saat ini, tim gabungan masih memprioritaskan keamanan struktur bangunan lokomotif agar tidak terjadi pergeseran selama proses pemotongan logam berlangsung.