Proses pembersihan jalur rel pascakecelakaan hebat antara KRL jurusan Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung di Stasiun Bekasi Timur. Dilansir dari Megapolitan, rangkaian kereta yang mengalami kerusakan berat hingga kini masih melintang dan menutupi jalur operasional.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi satu gerbong kereta dalam posisi miring dan keluar dari lintasan rel. Kerusakan fisik terlihat jelas pada bagian badan gerbong yang penyok, serta komponen kelistrikan di area atap yang terlepas dan berserakan di sekitar lokasi.
Kabel-kabel tampak menjuntai di badan kereta, sementara struktur rel di bawahnya mengalami dampak signifikan akibat benturan. Di sisi kiri jalur, sebuah alat berat berwarna kuning telah disiagakan untuk mengangkat serta memindahkan bangkai rangkaian kereta yang menghambat perjalanan.
Petugas di lapangan terus mengawasi proses evakuasi dari peron stasiun yang berdekatan dengan titik kejadian. Area sekitar rel pun dipenuhi puing dan material sisa benturan yang memperumit langkah pemulihan jalur kereta api tersebut.
Upaya evakuasi menghadapi tantangan teknis akibat terbatasnya ruang di lokasi kejadian. Keberadaan lereng tanah dengan vegetasi rapat di sisi kanan jalur rel membuat ruang gerak untuk alat berat dan petugas menjadi sangat sempit.
Berdasarkan laporan jurnalis Kompas TV, Zifanya Situmeang, penanganan saat ini telah memasuki tahap pemulihan atau recovery. Meski demikian, posisi bangkai kereta yang masih melintang menjadi hambatan utama yang harus segera diatasi petugas di lapangan.
"Sekarang ini tahapnya sampai recovery, di mana memang posisi bangkai kereta ini masih melintang di jalur tempat terjadinya kecelakaan," ujar Zifanya dalam laporannya.
Proses evakuasi ini diperkirakan memakan waktu beberapa jam dan ditargetkan selesai pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB. Pemulihan jalur secara total diharapkan membuat operasional KRL kembali normal pada keesokan harinya.
Akibat proses pemindahan yang masih berlangsung, layanan operasional KRL saat ini mengalami pembatasan rute. Perjalanan kereta hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi, baik untuk jadwal dari arah Cikarang menuju Jakarta maupun rute sebaliknya.
"Untuk perjalanan KRL sementara ditutup di lintas tersebut, karena masih proses pemindahan bangkai kereta," lanjut Zifanya.
Meskipun lintasan KRL terganggu, jalur kereta api jarak jauh dilaporkan masih dapat dilalui oleh kereta non-KRL. Hal ini dimungkinkan karena petugas memfungsikan satu jalur lainnya yang tidak terdampak langsung oleh posisi bangkai kereta.
Insiden maut ini melibatkan KRL nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi pada Senin, 27 April 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.52 WIB tersebut berlokasi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 81 orang lainnya menderita luka-luka. Seluruh korban luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa cedera. Hingga saat ini, penyelidikan mengenai penyebab pasti tabrakan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang bersamaan dengan percepatan evakuasi di lokasi.