Evakuasi Gerbong KRL dan Taksi Listrik di Stasiun Bekasi Timur Berlanjut

Evakuasi Gerbong KRL dan Taksi Listrik di Stasiun Bekasi Timur Berlanjut
Foto: Ilustrasi Evakuasi Gerbong KRL dan Taksi Listrik di Stasiun Bekasi Timur Berlanjut.

Proses pembersihan area pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur masih terus dilakukan oleh petugas pada Selasa sore. Gerbong khusus perempuan milik KRL Commuter Line yang terlibat insiden dengan kereta api Argo Bromo Anggrek terpantau masih berada di lokasi kejadian.

Dilansir dari Kompas, rangkaian gerbong khusus perempuan tersebut menjadi bagian terakhir yang dievakuasi dari jalur perlintasan. Berdasarkan pantauan kamera drone, petugas saat ini sedang fokus memindahkan badan gerbong agar tidak mengganggu operasional kereta lainnya.

Selain rangkaian kereta, sebuah mobil taksi listrik yang menjadi pemicu kecelakaan beruntun tersebut juga masih terlihat di area perlintasan. Kendaraan yang sempat mogok di tengah rel itu tampak berada di pinggir jalur kereta api dan belum dipindahkan sepenuhnya hingga Selasa sore.

Langkah penanganan di Stasiun Bekasi Timur dilakukan secara bertahap setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dari lokasi. Prioritas petugas saat ini adalah menormalisasi jalur kereta agar dapat dilintasi kembali dengan aman oleh perjalanan kereta api lainnya.

Salah satu tahap krusial dalam pembersihan area ini adalah pelepasan lokomotif kereta Argo Bromo Anggrek. Petugas teknis telah berhasil memisahkan lokomotif tersebut dari rangkaian terakhir KRL yang terdampak tabrakan hebat di lokasi tersebut.

Pemisahan lokomotif ini menjadi tanda berakhirnya tahap evakuasi utama, menyisakan pemindahan gerbong KRL dan kendaraan taksi listrik dari sisi rel. Upaya pembersihan ini dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan infrastruktur rel tidak mengalami kerusakan tambahan selama proses pemindahan berlangsung.

Informasi Perubahan Saluran Digital

Bersamaan dengan perkembangan informasi terkini, terdapat pengumuman mengenai perubahan teknis siaran televisi. Mulai 1 Februari 2026, KompasTV akan berpindah saluran untuk meningkatkan kualitas layanan kepada penonton di seluruh Indonesia.

Masyarakat dapat mengakses informasi dan berita terbaru dari KompasTV melalui saluran 11. Perubahan ini berlaku bagi pengguna perangkat televisi digital maupun yang menggunakan alat bantu Set Top Box (STB) untuk memastikan akses berita tetap terpercaya dan lebih dekat dengan pemirsa.

Artikel terkait

Rekomendasi