Proses pemindahan gerbong KRL Commuter Line yang terlibat kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek masih berlangsung di Stasiun Bekasi Timur. Dilansir dari Kompas, gerbong khusus perempuan tersebut hingga Selasa sore belum sepenuhnya dipindahkan dari lokasi kejadian.
Selain rangkaian kereta, sebuah mobil taksi listrik yang menjadi penyebab awal kecelakaan beruntun ini juga terlihat masih berada di area perlintasan. Kendaraan tersebut belum dievakuasi dan masih tergeletak di pinggir jalur kereta api pada Selasa sore.
Pantauan udara melalui kamera drone menunjukkan petugas sedang berupaya melakukan proses pemindahan rangkaian gerbong dari area stasiun. Gerbong khusus perempuan ini menjadi bagian terakhir yang harus ditangani dalam insiden tersebut.
Tragedi ini bermula ketika mobil taksi listrik tersebut mengalami mogok tepat di tengah perlintasan kereta api. Kendaraan yang tidak dapat bergerak itu kemudian tertemper oleh rangkaian KRL Commuter Line.
Tabrakan tersebut melibatkan dua rangkaian kereta sekaligus, yakni KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Hingga saat ini, upaya pembersihan jalur terus dilakukan agar operasional perjalanan kereta kembali normal sepenuhnya.
Keberadaan bangkai kendaraan taksi listrik di sisi jalur kereta menjadi pemandangan yang terlihat jelas oleh warga di sekitar lokasi Stasiun Bekasi Timur. Petugas masih berkoordinasi untuk memindahkan unit kendaraan yang menyebabkan gangguan jadwal perjalanan tersebut.