Educational Testing Service (ETS) bekerja sama dengan Indonesian International Education Foundation (IIEF) menggelar acara TOEFL Experience Day di Gedung The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, pada Kamis (21/5/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkenalkan transformasi besar dalam sistem uji kemampuan bahasa Inggris akademik dunia, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Forum interaktif tersebut mengumpulkan para konselor pendidikan, institusi, serta mitra strategis. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya minat pelajar Indonesia untuk menempuh studi di luar negeri dan mengakses program beasiswa, di mana kemampuan bahasa Inggris akademik menjadi pilar mobilitas global.
Pembaruan TOEFL iBT versi 2026 dirancang agar lebih adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan yang semakin digital serta kolaboratif. Perubahan signifikan difokuskan pada desain tes yang lebih efisien dan keterampilan komunikasi autentik.
Pihak ETS menegaskan pentingnya adaptasi instrumen penilaian ini agar sejalan dengan perubahan cara manusia berkomunikasi saat ini. Penegasan tersebut disampaikan oleh Executive Director Global Partnerships and Sales Management ETS, Sidnei De Souza.
"Melalui pembaruan TOEFL iBT 2026, kami menghadirkan pengalaman asesmen yang mencerminkan cara pelajar belajar dan berinteraksi di lingkungan akademik saat ini," ujar Sidnei De Souza, Executive Director Global Partnerships and Sales Management ETS.
Sistem baru ini juga menyertakan sejumlah perubahan teknis pada fitur dan format pengerjaan tes. Pelajar akan menghadapi tipe tugas baru serta skala penilaian yang berbeda dari versi sebelumnya.
| Fitur Pembaruan | Detail Perubahan |
|---|---|
| Skala Penilaian | Menggunakan skala baru 1-6 untuk akurasi lebih tinggi. |
| Desain Tes | Format adaptif yang lebih efisien dan relevan. |
| Tipe Tugas Baru | Mencakup aktivitas menulis email dan interaksi berbasis wawancara. |
| Cakupan Penerimaan | Diterima di lebih dari 13.000 institusi di 160 negara. |
Perluasan fungsi sertifikasi bahasa Inggris di pasar domestik turut menjadi perhatian utama dalam transformasi ini. Executive Director IIEF, Diana Kartika, menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi tersebut kini menjadi syarat vital untuk beasiswa dalam negeri, pertukaran pelajar, hingga karier profesional.
ÔÇ£Pelajar saat ini semakin mempertimbangkan asesmen yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan komunikasi modern. IIEF terus memperluas kerja sama dengan mitra lokal untuk memastikan akses TOEFL iBT tersedia bagi pelajar di berbagai wilayah Indonesia,ÔÇØ jelas Diana Kartika, Executive Director IIEF.
Kebutuhan adaptasi tes di kawasan Asia Tenggara dinilai sangat krusial oleh manajemen ETS. Penyesuaian standar penilaian dipandang penting guna menjawab tantangan spesifik yang dihadapi oleh para pelajar serta institusi pendidikan di wilayah regional tersebut.
"Melalui sesi diskusi panel dan pengalaman interaktif, para peserta TOEFL Experience Day diharapkan dapat mendampingi para pelajar dalam memilih metode asesmen yang paling sesuai dengan tujuan akademik dan karier mereka di masa depan," kata Chuong Nguyen, Channel Management Director Southeast Asia ETS.