Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki periode cum date dividen pada Rabu (8/4/2026) dan Kamis (9/4/2026), yang menjadi batas akhir bagi investor untuk mendapatkan hak atas pembagian laba perusahaan sebagaimana dilansir dari Stocksetup.
PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) mencatatkan jadwal cum dividen pada hari Rabu dengan besaran masing-masing Rp 156 dan Rp 12,28 per saham. Berdasarkan penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026), yield dividen TEBE mencapai sekitar 10 persen, sementara WOMF berada di kisaran 3,8 persen hingga 4,01 persen.
Menyusul pada hari Kamis, PT Bank Mega Tbk (MEGA) akan membagikan dividen Rp 171,95 per saham dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sebesar Rp 142,19 per saham. Data pasar menunjukkan yield dividen BDMN berada pada level 5,53 persen dan MEGA sekitar 3,8 persen.
| Emiten | Dividen per Saham | Target Harga Analis |
|---|---|---|
| BDMN | Rp 142,19 | Rp 2.800 |
| TEBE | Rp 156,00 | Rp 1.350 |
| MEGA | Rp 171,95 | Rp 5.300 |
| WOMF | Rp 12,28 | Rp 380 |
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, memberikan penilaian bahwa saham-saham tersebut cukup menarik untuk dipertimbangkan dalam strategi investasi jangka pendek. Ia menyoroti keunggulan TEBE dan BDMN jika dilihat dari sisi riwayat imbal hasil atau yield.
"BDMN dan MEGA memiliki fundamental solid, WOMF stabil, sementara TEBE cenderung fluktuatif mengikuti siklus batubara," jelas Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI).
Wafi juga mengingatkan para pemegang modal untuk tetap waspada terhadap potensi penurunan harga setelah melewati tanggal cum dividen. Strategi penarikan keuntungan disarankan untuk dilakukan tepat saat periode tersebut berakhir demi menghindari risiko kerugian akibat koreksi harga.
"BDMN dan MEGA memiliki fundamental solid, WOMF stabil, sementara TEBE cenderung fluktuatif mengikuti siklus batubara," jelas Muhammad Wafi, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI).
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memberikan tambahan catatan mengenai daya tarik TEBE bagi investor yang menggunakan strategi dividend capture. Hal ini didasari oleh besaran yield perusahaan tersebut yang berada di atas rata-rata pasar saat ini.
"TEBE sangat menarik untuk strategi dividend capture karena yield yang jauh di atas rata-rata pasar," kata Harry Su, Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia.
Meskipun demikian, Harry memberikan rekomendasi hold untuk saham BDMN dengan target harga Rp 2.590 per lembar. Investor juga diminta memperhatikan indikator fundamental seperti pertumbuhan laba bersih, konsistensi rasio pembayaran dividen, serta rasio profitabilitas perusahaan.
Momentum koreksi harga setelah tanggal ex dividend dianggap sebagai waktu yang tepat bagi investor jangka panjang untuk melakukan akumulasi beli. Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan valuasi yang lebih terjangkau sekaligus meningkatkan yield efektif dari kepemilikan saham tersebut.