Pengacara OpenAI mengungkapkan adanya ancaman dari Elon Musk terhadap pimpinan perusahaan dalam persidangan minggu kedua pada Senin (4/5/2026). Musk diduga memperingatkan Greg Brockman dan Sam Altman setelah usulan penyelesaian sengketa di luar pengadilan mengalami kegagalan.
Dilansir dari Detik iNET, ketegangan ini bermula saat Musk menghubungi Presiden OpenAI, Greg Brockman, dua hari sebelum persidangan dimulai. Meskipun terdapat upaya negosiasi, percakapan tersebut berakhir dengan intimidasi dari pihak miliarder pemilik xAI tersebut.
"Pada akhir pekan ini, kamu dan Sam akan menjadi orang paling dibenci di Amerika. Jika kamu bersikeras, itu akan jadi kenyataan," tulis dokumen tersebut, seperti dikutip dari CNN, Selasa (5/5/2026).
Pernyataan tajam itu tertuang dalam dokumen pengadilan terbaru yang diajukan oleh tim hukum OpenAI sebagai bukti tambahan. Pengacara OpenAI berargumen bahwa pesan-pesan tersebut menunjukkan motif asli Musk di balik gugatan yang dilayangkannya sejak tahun 2024.
"Hal itu cenderung membuktikan motif dan bias, dan, khususnya, bahwa motivasi Tuan Musk dalam mengajukan gugatan ini adalah untuk menyerang pesaing dan para pemimpinnya," tulis pengacara OpenAI dalam dokumen tersebut.
Penegasan mengenai bias tersebut disampaikan untuk memperkuat posisi OpenAI bahwa Musk hanya ingin menjatuhkan kompetitor. Namun, Hakim Yvonne Gonzales Rogers menolak pengajuan bukti pesan tersebut karena dianggap terlambat dari jadwal yang ditentukan.
Gugatan Musk sendiri didasari tuduhan bahwa Altman dan Brockman mengkhianati misi awal OpenAI sebagai organisasi nirlaba. Sebaliknya, OpenAI menuding Musk ingin mengubah perusahaan menjadi entitas komersial di bawah kendalinya sebelum ia mundur pada 2018.
Setelah memberikan kesaksian pada pekan pertama, posisi Musk kini digantikan oleh kesaksian para petinggi OpenAI. Sam Altman dan tokoh industri teknologi lainnya dijadwalkan hadir di kursi saksi dalam beberapa minggu mendatang untuk melanjutkan proses hukum ini.