UMKM Keripik Tempe Kebayoran Baru Ekspor Produk ke Timur Tengah

UMKM Keripik Tempe Kebayoran Baru Ekspor Produk ke Timur Tengah
Foto: Ilustrasi UMKM Keripik Tempe Kebayoran Baru Ekspor Produk ke Timur Tengah.

Produk keripik tempe rumahan asal Jalan Haji Aom, Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berhasil menembus pasar internasional hingga ke Dubai pada Rabu (15/4/2026). Keberhasilan ekspor ini dipelopori oleh Tina, salah satu pengrajin di Sentra Pengrajin Tempe Keramat Pela.

Capaian distribusi luar negeri ini mencakup wilayah Malaysia, Thailand, hingga Uni Emirat Arab. Dilansir dari Megapolitan, popularitas produk ini meningkat setelah mendapatkan perhatian dari berbagai media massa serta kunjungan dari warga negara asing asal Amerika Serikat ke lokasi produksi.

"Iya memang sampai ke luar negeri. Dijual ke Malaysia, Thailand, Dubai," ungkap Tina, Pelopor Keripik Tempe.

Pemanfaatan teknologi digital turut mendukung perluasan jangkauan pasar melalui perdagangan elektronik. Meskipun telah merambah platform online, sebagian besar pesanan dalam volume besar justru datang dari pelanggan tetap melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

"Belinya ratusan kilo biasanya. Paling sedikit itu 50 atau 100 kilogram. Biasanya buat dijual lagi," ujar Tina, Pelopor Keripik Tempe.

Saat ini, para pengrajin di kampung tersebut tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat lonjakan harga bahan baku produksi. Komponen utama seperti kacang kedelai, minyak goreng, hingga kemasan plastik mengalami kenaikan harga yang signifikan di pasaran.

Situasi tersebut memaksa pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga jual produk akhir kepada konsumen. Sebagai bentuk transparansi, Tina melakukan sosialisasi dan memberikan penjelasan detail mengenai alasan kenaikan harga kepada para pelanggannya sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Meskipun terdapat perbedaan respons dari pelanggan terkait kenaikan harga, aktivitas produksi di Kampung Tempe tetap berjalan konsisten. Sebanyak 37 pengrajin tempe yang mempekerjakan warga rantauan asal Pekalongan masih terus mengoperasikan rumah produksi mereka setiap hari.

Artikel terkait

Rekomendasi