Ekspor Indonesia Maret 2026 Turun 3,10 Persen Jadi 22,53 Miliar Dollar

Ekspor Indonesia Maret 2026 Turun 3,10 Persen Jadi 22,53 Miliar Dollar
Foto: Ilustrasi Ekspor Indonesia Maret 2026 Turun 3,10 Persen Jadi 22,53 Miliar Dollar.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia mencapai 22,53 miliar dollar AS pada Maret 2026, mengalami penurunan sebesar 3,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini dipicu oleh menyusutnya pengiriman komoditas migas maupun nonmigas ke pasar luar negeri.

Sebagaimana dilansir dari Money, penurunan kinerja ekspor ini terjadi secara tahunan (year-on-year). Penjelasan mengenai detail penurunan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (4/5/2026).

"Nilai ekspor migas tercatat sebesar 1,28 miliar dollar AS atau turun 11,84 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai 21,25 miliar dollar AS atau turun 2,52 persen," katanya dalam rilis BPS di Kantor BPS Pusat pada Senin (4/5/2026).

Meski terjadi penurunan pada Maret, kinerja kumulatif sepanjang triwulan pertama tahun 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif yang sangat tipis. Total nilai ekspor sejak Januari hingga Maret 2026 terkumpul sebesar 66,85 miliar dollar AS, atau naik 0,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kumulatif tersebut didorong oleh sektor nonmigas yang meningkat 0,98 persen menjadi 63,60 miliar dollar AS. Sebaliknya, sektor migas secara kumulatif justru mengalami kontraksi sebesar 10,58 persen dengan nilai total 3,25 miliar dollar AS.

Sektor industri pengolahan menjadi motor utama penggerak ekspor nonmigas dengan kontribusi andil pertumbuhan sebesar 3,15 persen. Beberapa komoditas yang menjadi penopang utama meliputi nikel, minyak kelapa sawit, produk kimia dasar organik, hingga semikonduktor dan komponen elektronik.

Data BPS menunjukkan variasi kinerja pada negara tujuan ekspor utama nonmigas. Pengiriman ke Tiongkok melonjak 17,49 persen dengan nilai 16,50 miliar dollar AS, diikuti peningkatan ekspor ke India dan kawasan ASEAN, meskipun permintaan dari Amerika Serikat dan Uni Eropa tercatat menurun.

Pelemahan ekspor pada Maret 2026 sangat dipengaruhi oleh penurunan signifikan pada beberapa komoditas tertentu. Ekspor lemak dan minyak hewan nabati turun 27,02 persen, sementara komoditas kakao beserta olahannya merosot tajam sebesar 50,89 persen.

Penurunan terdalam tercatat pada kelompok komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah yang anjlok hingga 54,69 persen. Kondisi ini memberikan andil negatif sebesar 0,68 persen terhadap total performa ekspor nasional pada bulan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi