Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan positif pada nilai ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan besi baja Indonesia selama periode Januari hingga Oktober 2025. Dilansir dari Investortrust, kenaikan signifikan terjadi pada CPO sebesar 25,73 persen, sementara ekspor batu bara justru terkontraksi.
Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa ketiga komoditas tersebut memegang peranan vital dalam struktur perdagangan luar negeri Indonesia. Hal ini disampaikan di kantor BPS Pusat pada Senin (1/12/2025).
"Total ketiganya berkontribusi share 28,62% dari total ekspor nonmigas pada Januari-Oktober 2025," kata Pudji, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (1/12/2025).
Peningkatan ekspor besi dan baja mencapai nilai US$ 23,58 miliar atau tumbuh 12,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara volume, komoditas ini mencatatkan kenaikan sebesar 13,04 persen menjadi total 19,5 juta ton.
Sektor CPO dan turunannya juga membukukan performa kuat dengan nilai mencapai US$ 20,2 miliar, meskipun terdapat fluktuasi harga di pasar internasional. Volume ekspor CPO bertambah 7,83 persen menjadi 19,49 juta ton, di mana pengiriman pada Oktober 2025 sendiri mencapai 1,91 juta ton.
"Harga komoditas kelapa sawit mengalami peningkatan bulanan secara 0,8%, tetapi mengalami penurunan secara tahunan sebesar 2,99%," kata dia.
Pudji menambahkan bahwa harga CPO di pasar global berada di level US$ 1.045,04 per metrik ton. Sebaliknya, sektor batu bara menghadapi tantangan dengan penurunan nilai ekspor sebesar 20,25 persen menjadi US$ 20,09 miliar, seiring penyusutan volume sebesar 4,1 persen.
"Khusus harga batu bara mengalami peningkatan secara bulanan 1,11% tetapi mengalami penurunan secara tahunan sebesar 26,69%" kata dia.
Harga batu bara di pasar internasional tercatat sebesar US$ 107,5 per metrik ton dengan volume ekspor pada Oktober 2025 mencapai 35,24 juta ton. Berikut adalah rincian data ekspor ketiga komoditas tersebut selama Januari-Oktober 2025.
| Komoditas | Perubahan Nilai (%) | Perubahan Volume (%) | Volume Total |
|---|---|---|---|
| Besi dan Baja | +12,12% | +13,04% | 19,5 juta ton |
| CPO dan Turunan | +25,73% | +7,83% | 19,49 juta ton |
| Batu Bara | -20,25% | -4,1% | 320,47 juta ton |