Mal Premium Jakarta Kebanjiran Ekspansi Jenama Global pada Kuartal I-2026

Mal Premium Jakarta Kebanjiran Ekspansi Jenama Global pada Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi Mal Premium Jakarta Kebanjiran Ekspansi Jenama Global pada Kuartal I-2026.

Pasar ritel kelas atas di Jakarta menunjukkan ketahanan yang signifikan melalui gelombang ekspansi jenama mancanegara yang terus mengalir deras. Sepanjang Kuartal I-2026, pusat perbelanjaan papan atas menjadi target utama peritel global guna mengamankan posisi di pasar konsumsi segmen mapan Indonesia.

Stabilitas daya beli kelompok masyarakat ini menjadikan mal premium sebagai zona aman bagi investasi ritel internasional, sebagaimana dilansir dari Kompas. Fenomena tersebut mencerminkan optimisme para peritel terhadap ekosistem belanja mewah di ibu kota meski dibayangi tekanan ekonomi global.

Ferry Salanto selaku Head of Research Colliers Indonesia menilai pasar domestik masih memiliki minat yang sangat kuat terhadap produk eksklusif. Hal ini menjadi motor utama yang menjaga performa pusat perbelanjaan tetap stabil di tengah persaingan ketat merek internasional dalam memperebutkan ruang terbatas.

"Loyalitas konsumen kelas atas di Jakarta adalah motor utama yang menjaga tingkat hunian mal tetap stabil. Merek-merek internasional kini bersaing ketat memperebutkan ruang terbatas di mal-mal utama karena mereka tahu bahwa di sana pasar sudah terbentuk dan siap berbelanja," ujar Ferry.

Sektor makanan dan minuman (F\&B) menjadi pemimpin pergerakan ekspansi dengan menghadirkan berbagai konsep unik dari Jepang hingga Eropa. Sejumlah nama besar seperti HATOYA Kyoto, Hikiniku to Kome, dan Läderach telah beroperasi di lokasi strategis seperti Plaza Indonesia dan Pondok Indah Mall.

Selain kuliner, sektor Beauty & Wellness juga mengalami pergeseran tren menuju wewangian niche yang lebih personal dan eksklusif. Kehadiran LOEWE Perfumes dan Byredo menandakan perubahan preferensi konsumen yang kini lebih mengutamakan nilai eksklusivitas dibandingkan sekadar popularitas merek.

Laporan Colliers Quarterly Q1-2026 mencatat tingkat hunian rata-rata pusat belanja kelas atas di Jakarta mampu bertahan di level 92,5 persen. Angka ini jauh mengungguli kinerja mal kelas menengah yang saat ini masih berupaya mencapai batas 80 persen.

Daftar Ekspansi Merek Mancanegara Kuartal I-2026

Berikut adalah rincian gerai mancanegara yang telah resmi membuka operasionalnya di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun 2026:

Sektor Food & Beverage (F\&B):

  • HATOYA Kyoto: Lippo Mall Puri (Jakarta Barat)
  • Harlan Coffee: Lippo Mall Puri (Jakarta Barat)
  • Luli Tea: Lippo Mall Puri (Jakarta Barat)
  • Kurasu: Central Park 2 (Jakarta Barat)
  • Hikiniku to Kome: Pondok Indah Mall 5 (Jakarta Selatan)
  • Tempura Yamaya: Pondok Indah Mall 2 (Jakarta Selatan)
  • L├ñderach: Plaza Indonesia (CBD, Jakarta Pusat)
  • Burger & Lobster: Kuningan City (CBD, Jakarta Selatan)
  • Bobae Korean Noodle: Pacific Place (CBD, Jakarta Selatan)
  • Blanco Court: Pacific Place (CBD, Jakarta Selatan)
  • Kakineko: AEON Mall BSD (Tangerang)
  • Sizzling Hotspot by Haidilao: Supermal Karawaci (Tangerang)

Sektor Fashion, Beauty, dan Lainnya:

  • Gentlewoman: Summarecon Mall Kelapa Gading 3
  • Ferragamo: Senayan City
  • Golden Goose dan TODÔÇÖS: Plaza Indonesia
  • LOEWE Perfumes: Plaza Indonesia
  • Byredo: Pondok Indah Mall 3
  • Sports Direct: Summarecon Mall Bekasi 2
  • TOP TOY: Grand Indonesia
  • Grand Seiko: Pacific Place

Rencana Ekspansi Sepanjang Tahun 2026

Antusiasme peritel global diperkirakan terus berlanjut dengan sejumlah merek yang telah menjadwalkan pembukaan gerai baru. Sektor F\&B akan diramaikan oleh Auntea Jenny di Emporium Pluit Mall, ZUS Coffee di Puri Indah Mall, hingga Tiong Bahru Bakery di Kelapa Gading.

Sektor fesyen dan kecantikan juga akan menyambut kehadiran gerai baru dari COS, Marimekko, dan Santoni di Plaza Indonesia. Selain itu, jenama wewangian mewah seperti Amouage, Creed, dan Maison Francis Kurkdjian turut memperkuat jajaran penyewa di pusat belanja premium.

Kondisi ini memicu tantangan ketersediaan ruang di mal-mal papan atas Jakarta yang mulai mencapai titik jenuh. Keterbatasan lahan memaksa pengembang melakukan rotasi penyewa secara berkala demi mempertahankan relevansi dan daya tarik bagi konsumen kelas atas.

"Kondisi ini membuat pengembang memiliki posisi tawar yang kuat untuk memilih merek yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekosistem ritel mereka," kata Ferry.

Artikel terkait

Rekomendasi