Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencatatkan angka 5,61 persen secara tahunan (yoy), sebuah capaian yang melampaui perkiraan berbagai lembaga internasional di tengah ketidakpastian global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan laporan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (5/5/2026).
Realisasi produk domestik bruto (PDB) tersebut dipicu oleh lonjakan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang signifikan, sebagaimana dilansir dari Money. Konsumsi masyarakat tumbuh 5,52 persen yang didorong oleh tingginya mobilitas selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Sektor belanja negara turut memberikan kontribusi besar dengan kenaikan mencapai 21,81 persen atau setara Rp 815 triliun. Angka ini tercatat berada di atas rata-rata historis belanja pemerintah pada periode-periode sebelumnya.
"Ekonomi Indonesia tumbuh baik di luar ekspektasi dari berbagai lembaga, di mana di kuartal pertama pertumbuhan ekonomi kita mencapai 5,61 persen," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Penegasan mengenai ketangguhan ekonomi domestik juga terlihat dari perbandingannya dengan negara-negara besar lainnya. Airlangga menyebutkan bahwa posisi Indonesia saat ini berada di jalur yang sangat kompetitif dalam skala global.
"Pertumbuhan kita 5,61 persen ini tumbuh di atas beberapa negara G20. Termasuk China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat," tambah Airlangga Hartarto.
Beberapa faktor pendukung utama dalam periode ini meliputi pemberian tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp 51,65 triliun serta kebijakan diskon tarif transportasi. Faktor-faktor tersebut dianggap efektif memperkuat daya beli masyarakat di awal tahun 2026.
Indikator makro ekonomi lainnya menunjukkan stabilitas dengan inflasi April 2026 yang terjaga pada level 2,42 persen. Indeks keyakinan konsumen berada di posisi 122,9, sementara neraca perdagangan tetap surplus selama 71 bulan berturut-turut.
"Ini menunjukkan bahwa ekonomi kita tidak hanya tumbuh, tetapi juga cukup kuat menghadapi tekanan global," kata Airlangga Hartarto.
Pemerintah kini berfokus mengawal sejumlah kebijakan lanjutan guna memastikan tren positif ini tetap berlanjut sepanjang tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen hingga akhir tahun 2026.