Ekonomi China Melambat akibat Sektor Industri dan Konsumsi Melemah

Ekonomi China Melambat akibat Sektor Industri dan Konsumsi Melemah
Foto: Ilustrasi Ekonomi China Melambat akibat Sektor Industri dan Konsumsi Melemah.

Pertumbuhan ekonomi China mulai melambat pada April 2026 setelah sektor industri, konsumsi rumah tangga, hingga investasi mencatatkan kinerja di bawah ekspektasi pasar, berdasarkan data resmi Biro Statistik Nasional China (NBS) yang dirilis pada Senin (18/5/2026).

Pelemahan ini memicu kekhawatiran bahwa momentum pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu mulai kehilangan tenaga, seperti dilansir dari Investasi. Data NBS menunjukkan output industri hanya tumbuh 4,1% secara tahunan pada April, melambat dari capaian Maret sebesar 5,7% sekaligus menjadi laju terendah sejak Juli 2023.

Sektor konsumsi domestik juga masih lesu dengan pertumbuhan penjualan ritel yang anjlok menjadi 0,2% pada April dari posisi 1,7% pada bulan sebelumnya. Kondisi ini diperparah oleh penurunan penjualan mobil domestik sebesar 21,6% yang menandai kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut.

Kondisi tidak seimbang antara sektor produksi dan permintaan di pasar domestik memicu respons langsung dari para pengamat pasar global.

"Pemulihan ekonomi berjalan tidak merata karena produksi industri masih lebih kuat dibanding permintaan domestik," kata sejumlah analis.

Para ekonom menilai penurunan aktivitas konstruksi dan curah hujan tinggi di wilayah selatan turut menekan investasi aset tetap hingga terkontraksi 1,6% sepanjang Januari-April 2026. Padahal, ekonomi China sempat tumbuh 5% pada kuartal pertama tahun ini.

Faktor eksternal seperti konflik di Timur Tengah yang menaikkan biaya energi serta krisis properti yang berkepanjangan menjadi beban tambahan. Kondisi tersebut memaksa Politbiro China berkomitmen memperkuat strategi ketahanan ekonomi melalui kebijakan fiskal proaktif dan moneter longgar secara tepat.

Artikel terkait

Rekomendasi