Penulis : Leonard AL Cahyoputra 12 Mei 2026 | 20:19 WIB
Pekerja menyelesaikan proses produksi cat di pabrik PT Jotun Indonesia yang baru diresmikan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
JAKARTA,investor.id -Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mendorong pemerintah untuk mempercepat reindustrialisasi atau penguatan kembali sektor manufaktur. Hal ini guna memperluas penciptaan lapangan kerja formal dan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.
Dia mengatakan, sektor manufaktur secara historis merupakan sektor yang paling efektif menciptakan pekerjaan formal dalam skala besar, tetapi kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) terus menurun dalam dua dekade terakhir. ÔÇ£Penguatan kembali sektor manufaktur perlu menjadi agenda utama. Indonesia membutuhkan kebijakan industri yang lebih agresif untuk mendorong manufaktur padat karya modern, terutama yang terintegrasi dengan teknologi dan rantai pasok global,ÔÇØ ucap Yusuf seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, tantangan Indonesia saat ini bukan lagi sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut mampu menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas, formal, dan produktif.
Yusuf mengingatkan tanpa perbaikan kualitas penyerapan tenaga kerja, Indonesia berisiko menghadapi kondisi di mana pertumbuhan ekonomi terlihat kuat, tetapi peningkatan kesejahteraan pekerja berjalan lebih lambat. ÔÇ£Kalau tidak, kita bisa terjebak pada situasi di mana angka PDB terlihat kuat, tetapi kesejahteraan tenaga kerja meningkat jauh lebih lambat,ÔÇØ ujar dia.
Selain penguatan manufaktur, Yusuf menilai pemerintah juga perlu mempercepat investasi pada pengembangan sumber daya manusia, khususnya pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.
Menurut dia, saat ini masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha, terutama di sektor manufaktur dan teknologi. Yusuf juga mendorong percepatan formalisasi UMKM dan sektor usaha kecil agar lebih produktif dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi tenaga kerja.
Menurut dia, banyak pelaku UMKM memiliki potensi berkembang, tapi masih menghadapi kendala akses pembiayaan, legalitas usaha, serta minimnya insentif untuk masuk ke sektor formal. Yusuf menjelaskan, formalisasi UMKM penting bukan hanya untuk meningkatkan perlindungan tenaga kerja, tetapi juga memperluas basis produktivitas dan perpajakan nasional.
Selain itu, reformasi regulasi ketenagakerjaan juga dinilai perlu dijaga agar tetap seimbang antara kebutuhan fleksibilitas dunia usaha dan perlindungan bagi pekerja. ÔÇ£Keseimbangan ini penting supaya investasi masuk tanpa menciptakan perlombaan menuju upah murah,ÔÇØ kata Yusuf.
Industri pengolahan nonmigas atau manufaktur masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional dibandingkan sektor lainnya. Meski demikian, ia mengatakan kontribusi manufaktur terhadap PDB cenderung menurun dibandingkan awal 2000-an, ketika porsinya sempat berada di kisaran 28-29%.
Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi sektor tersebut berada di kisaran 18-19%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB tercatat sebesar 18,34% pada 2022 menjadi 18,67% pada 2023, lalu naik lagi menjadi 18,98% pada 2024 dan mencapai sekitar 19,07% pada 2025.
Pada kuartal I-2026, sektor manufaktur tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi sekitar 19,07% terhadap PDB.
Editor: Leonard
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Belajar Kelola Keuangan Digital di UMKM Digital Finance Tour
idEA Buka Suara soal Kenaikan Tarif Admin E-Commerce
Aturan E-commerce dan UMKM Harus Sinkron
Progres Pembangunan SPPG Capai 90%
Strategi Frontloading Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Market 5 menit yang lalu Sinyal Penting Saham BBRI Spinning bottom pasca uji MA20 3.170 menjadi sinyal awal rebound saham BBRI yang dikonfirmasi jika mampu breakout dari resistance 3.310.
Lifestyle 8 menit yang lalu Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Futsal Piala Dunia 2028 Indonesia siap menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028. Kesiapan diungkapkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah melakukan komunikasi terbaru dengan FIFA saat menghadiri Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada, pada 30 April lalu.
Market 15 menit yang lalu Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 13 Mei 2026, Cek Rinciannya Harga emas perhiasan hari ini, Rabu (13/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Lifestyle 17 menit yang lalu Indonesia Gagal ke Piala Dunia U-17 Timnas Indonesia U-17 dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia U-17 2026 setelah kalah 1-3 dari timnas Jepang U-17 pada laga terakhir grup B Piala Asia U-17 2026 di Lapangan A komplek Stadion King Abdullah Sports City Training, Jeddah, Selasa (12/5/2028) waktu setempat.
Lifestyle 35 menit yang lalu Kemenkes Tegaskan Hanta Virus Belum Masuk Indonesia, Tapi Terus Perkuat Kewaspadaan Kementerian Kesehatan RI menegaskan Hanta Virus belum masuk ke Indonesia. Namun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat kewaspadaan terhadap virus penyebab penyakit paru ini.
Tag Terpopuler
Terpopuler
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Senin 11 Mei 2026: Jatuh Tajam