Dyandra Media International Bukukan Lonjakan Laba Bersih 54 Persen

Dyandra Media International Bukukan Lonjakan Laba Bersih 54 Persen
Foto: Ilustrasi Dyandra Media International Bukukan Lonjakan Laba Bersih 54 Persen.

PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan setelah berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 54 persen menjadi Rp 30,4 miliar pada kuartal I tahun 2026, Kamis (21/5/2026).

Pencapaian laba operasional tersebut ditopang oleh dominasi lini bisnis event organizer (EO) yang menyumbang pendapatan senilai Rp 377,6 miIiar atau setara 91,99 persen dari total pendapatan perseroan, seperti dilansir dari Investasi. Selain itu, emiten penyelenggara acara ini juga berhasil melakukan efisiensi beban operasional sebesar 5,97 persen.

Kualitas pertumbuhan emiten berkode saham DYAN ini mendapatkan apresiasi positif dari kalangan analis pasar modal karena didorong oleh kombinasi peningkatan aktivitas bisnis dan perbaikan struktur biaya yang efektif.

"Peningkatan laba di tengah efisiensi menunjukkan operating leverage mulai bekerja. Namun, perlu dicermati apakah pertumbuhan ini berasal dari event yang bersifat recurring atau masih dipengaruhi low base effect tahun lalu," ujarnya Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Meskipun memiliki keunggulan kuat di industri MICE, Muhammad Wafi mengingatkan bahwa ketergantungan yang tinggi pada satu segmen bisnis dapat menjadi tantangan tersendiri bagi jalannya roda bisnis emiten.

"Ketergantungan yang tinggi membuat kinerja lebih sensitif terhadap siklus ekonomi," tambahnya Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Menghadapi sisa tahun berjalan, prospek bisnis emiten dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang cukup baik seiring dengan rencana pelaksanaan sejumlah pameran otomotif, konser, dan kegiatan korporasi.

"Momentum konsumsi domestik yang masih terjaga dapat mendukung permintaan event ke depan," kata Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Di sisi lain, skala pameran dan volume kegiatan yang besar diproyeksikan akan menjadi motor penggerak utama bagi pendapatan perseroan dalam jangka pendek.

"Model bisnis DYAN berbasis volume dan skala event, sehingga event besar berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan," ujar Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas.

Untuk pergerakan saham, target harga yang ditetapkan berada pada angka Rp 125 per lembar.

"Peningkatan laba bersih yang disertai efisiensi beban mencerminkan kemampuan manajemen dalam melakukan ekspansi margin secara efektif," jelas Adrian Djie, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Adrian Djie menilai kontribusi mutlak dari segmen EO membuat profil risiko perusahaan cenderung mengikuti siklus ekonomi dan sangat dipengaruhi oleh tingkat daya beli masyarakat.

"Dalam kondisi inflasi tinggi atau pelemahan daya beli, anggaran pemasaran dan belanja rekreasi berpotensi tertekan, sehingga dapat memengaruhi permintaan terhadap layanan perseroan," jelas Adrian Djie, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia.

Pihaknya menambahkan bahwa keberhasilan akselerasi segmen EO ke depan akan sangat bergantung pada tingkat okupansi acara serta stabilitas makroekonomi secara umum.

Untuk rekomendasi investasi, investor disarankan untuk bersikap wait and see dengan memperhatikan area level Rp 90 per saham dalam jangka pendek.

Artikel terkait

Rekomendasi