Otoritas Dubai memberlakukan pembatasan operasional terhadap maskapai penerbangan asing dengan membatasi frekuensi terbang hanya satu kali pulang-pergi per hari hingga 31 Mei 2026. Kebijakan yang dipicu oleh krisis geopolitik yang terus berlanjut ini menyebabkan maskapai asal India terancam kehilangan potensi pendapatan dalam jumlah besar.
Dilansir dari Detik Travel, keputusan manajemen Bandara Dubai (Dubai Airports) tersebut menggagalkan rencana ekspansi maskapai India yang sebelumnya telah menjadwalkan ratusan penerbangan tambahan ke Uni Emirat Arab (UEA). Federasi Maskapai Penerbangan India (FIA) yang menaungi IndiGo, Air India, dan SpiceJet, secara resmi meminta pemerintah India untuk mendesak pencabutan aturan tersebut pada Minggu (12/4/2026).
FIA menilai aturan ini tidak adil karena pembatasan tidak berlaku bagi maskapai domestik UEA seperti Emirates dan flydubai. Sebagai bentuk tekanan, FIA mendesak pemerintah India untuk mempertimbangkan tindakan balasan terhadap maskapai asal Dubai jika negosiasi tidak membuahkan hasil.
Data dari Cirium menunjukkan dampak signifikan bagi industri penerbangan India, mengingat India merupakan sumber penumpang terbesar bagi Bandara Internasional Dubai (DXB) dengan total 11,9 juta pelancong pada 2025. Air India dan Air India Express semula menjadwalkan lebih dari 750 penerbangan pada periode April-Mei, sementara IndiGo merencanakan 481 penerbangan.
| Maskapai | Rencana Penerbangan Awal |
|---|---|
| Air India & Air India Express | 750+ |
| IndiGo | 481 |
| SpiceJet | 61 |
Kondisi keuangan maskapai India saat ini sedang tertekan akibat kenaikan harga bahan bakar dan rute yang lebih panjang menuju Barat. Sejak tahun lalu, pesawat mereka dilarang melintasi wilayah udara Pakistan menyusul ketegangan militer antar kedua negara tersebut.
"Maskapai penerbangan tetap dibatasi hanya satu rotasi per hari, sampai kapasitas memungkinkan lebih banyak penerbangan. Slot tambahan akan dialokasikan jika kapasitas tersedia," kata pihak manajemen Dubai Airports dalam pemberitahuan resmi kepada maskapai.
IndiGo dalam pernyataannya kepada Reuters menyebutkan bahwa perpanjangan pembatasan ini sangat menghambat operasional mereka. Padahal, IndiGo telah mendapatkan persetujuan jadwal musim panas untuk mengoperasikan 15 penerbangan harian dari berbagai kota di India menuju Dubai.
Hingga saat ini, pihak Dubai Airports dan kantor media Dubai belum memberikan tanggapan atas keluhan FIA. Sementara itu, pihak flydubai menyatakan bahwa seluruh jadwal penerbangan mereka telah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait tanpa hambatan serupa.