Drone Tercepat di Dunia Blackbird 2026: Tembus 730 Km/Jam, Banyak Dicari!

Drone Tercepat di Dunia Blackbird 2026: Tembus 730 Km/Jam, Banyak Dicari!
Foto: Drone Tercepat di Dunia Blackbird 2026: Tembus 730 Km/Jam, Banyak Dicari!. (Illustration by Pexels)

Dunia teknologi penerbangan nirawak kembali dikejutkan dengan pemecahan rekor kecepatan terbaru. Ben Biggs dan Aidan Kelly dari tim Drone Pro Hub sukses menciptakan drone bernama Blackbird yang mampu melesat hingga kecepatan luar biasa.

Drone rakitan ini berhasil menyentuh angka 730 km/jam atau setara 453 mph saat pengujian hari kedua. Kecepatan puncak tersebut diraih ketika pesawat melaju searah dengan hembusan angin yang membantu daya dorongnya.

Meskipun saat berbalik arah dan melawan angin kecepatannya menurun menjadi 640 km/jam, performa Blackbird tetap mengagumkan. Secara teknis, drone ini mencatatkan kecepatan rata-rata dua arah sebesar 685 km/jam.

Melampaui Rekor Dunia Sebelumnya

Pencapaian tim Drone Pro Hub ini secara otomatis melewati rekor resmi Guinness World Record yang sudah ada. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh Luke dan Mike Bell dengan catatan kecepatan 657,59 km/jam.

Meski angka yang dicapai Blackbird jauh lebih tinggi, status rekor ini masih dianggap belum resmi. Hal ini dikarenakan pihak Guinness World Record belum melakukan sertifikasi langsung terhadap hasil uji coba tersebut.

Keberhasilan Blackbird tidak lepas dari inovasi pada bagian baling-baling atau propeller. Komponen ini dibuat khusus menggunakan material serat karbon hasil kerajinan tangan dengan spesifikasi yang sangat presisi.

Spesifikasi utama yang mendukung kecepatan Blackbird adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan baling-baling serat karbon buatan tangan dengan bilah (pitch) tinggi yang dirahasiakan.
  • Desain tepi depan baling-baling berbentuk gigi gergaji atau sawtooth untuk stabilitas udara.
  • Modifikasi aerodinamis ekstrem yang dirancang agar aliran udara tetap lurus melintasi bilah.
  • Sistem kelistrikan yang mampu menangani arus tinggi hingga ratusan ampere.

Inovasi desain gigi gergaji tersebut berfungsi mencegah udara menyebar ke samping. Pada kecepatan tinggi, efisiensi aliran udara menjadi faktor paling krusial untuk menambah daya laju drone.

Tantangan dan Risiko Selama Pengujian

Proses pemecahan rekor ini diwarnai dengan berbagai insiden teknis yang sangat berisiko. Pada hari pertama, tim harus merelakan satu unit drone hancur total akibat kehilangan sinyal video saat mencapai 630 km/jam.

Kegagalan tersebut diduga terjadi karena masalah geometri antena dan beban sinyal yang terlalu berat. Namun, tim tidak menyerah dan melanjutkan pengujian di hari kedua menggunakan unit cadangan terakhir yang mereka miliki.

Kondisi cuaca saat pengujian kedua juga tidak ideal karena adanya angin kencang dan awan mendung. Tantangan semakin berat ketika drone dipaksa bekerja melampaui batas kemampuan komponen elektroniknya.

Berikut adalah ringkasan kendala teknis yang dialami selama proses uji coba:

Komponen Kondisi Ekstrem yang Terjadi
Baterai Suhu melonjak drastis hingga mencapai 80 derajat Celcius.
Kabel Sistem Pelindung kabel meleleh akibat tarikan arus listrik 400 ampere.
Koneksi Umpan video terputus akibat pergeseran Doppler dan beban sinyal.
Kondisi Unit Drone mendarat dengan mengeluarkan asap pekat setelah menembus 700 km/jam.

Data di atas menunjukkan betapa beratnya beban yang diterima komponen drone saat dipacu maksimal. Beruntung, meskipun sempat mengeluarkan asap, unit terakhir ini berhasil mendarat dalam kondisi yang masih utuh.

Persaingan untuk menjadi yang tercepat di industri drone diprediksi akan terus memanas. Jika Drone Pro Hub mampu mengulang performa ini di hadapan penguji resmi, mereka akan sah menjadi pemegang takhta tertinggi di dunia.

Artikel terkait

Rekomendasi