Driver Ojol Tanggapi Rencana Penghapusan Skema GoRide Hemat

Driver Ojol Tanggapi Rencana Penghapusan Skema GoRide Hemat
Foto: Ilustrasi Driver Ojol Tanggapi Rencana Penghapusan Skema GoRide Hemat.

Rencana PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menghapus skema layanan GoRide Hemat diperkirakan tidak akan memengaruhi jumlah order harian secara langsung pada Rabu (20/5/2026), seperti dilansir dari Megapolitan.

Kebijakan penyesuaian tarif dari aplikator tersebut memicu beragam reaksi dari para mitra pengemudi ojek online di kawasan Jakarta Pusat terkait dampak pendapatan dan keberlangsungan program pendukung lainnya.

Seorang driver ojek online, Abdul (31), mengutarakan pandangannya bahwa penghapusan layanan bertarif rendah tersebut tidak akan terlalu berdampak pada jumlah pesanan yang masuk, kecuali jika seluruh sistem dikembalikan ke reguler.

ÔÇ£Kalau Hemat dihapus sih kayaknya enggak begitu ngaruh ke orderan. Cuma bakal berdampak kalau semuanya jadi reguler lagi,ÔÇØ kata Abdul saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

Abdul menjelaskan keberadaan program "langcor" atau langganan gacor dalam layanan GoRide Hemat selama ini membantu para pengemudi meningkatkan kuantitas pesanan harian. Penghentian layanan ini dikhawatirkan merembet pada penghapusan program mitra jarak dekat yang baru berjalan dua bulan.

ÔÇ£Kalau GoRide Hemat dihapus, bisa jadi layanan mitra jarak dekat yang baru jalan sekitar dua bulan juga ikut dihapus. Tapi kalau argo goceng kemungkinan masih ada,ÔÇØ ujarnya.

Meski mendukung penghentian GoRide Hemat, Abdul mengkhawatirkan kemunculan sistem baru dari pihak perusahaan yang berpotensi memotong pendapatan pengemudi lebih besar dibandingkan skema saat ini.

ÔÇ£Kalau buat saya sih bagus Hemat diberhentiin. Cuma takutnya nanti muncul lagi yang lebih parah dari Hemat,ÔÇØ katanya.

Ia mencontohkan simulasi pendapatan saat ini di mana pengemudi menerima Rp 10.500 dari tarif konsumen sebesar Rp 15.000, dan cemas jika perubahan aturan menurunkan proporsi bagian pengemudi.

ÔÇ£Nanti bisa saja customer bayar Rp 14.000, tapi driver cuma dapat Rp 10.400. Itu malah bisa lebih berat,ÔÇØ ujarnya.

Faktor teknis lapangan seperti jarak penjemputan yang terlalu jauh hingga mencapai 5 kilometer saat cuaca hujan atau jam sibuk menjadi alasan utama pengemudi sering kesulitan mengambil order layanan tersebut.

ÔÇ£Kadang jarak jemputnya bisa 2 sampai 5 kilometer. Jadi bukan driver enggak mau ambil order, tapi memang kejauhan,ÔÇØ katanya.

Keterlibatan para pengemudi dalam skema Hemat diakui Abdul sebagai langkah terpaksa demi memancing aliran pesanan pada akun mereka agar tetap ramai.

ÔÇ£Driver ikut hemat itu buat mancing orderan biar lebih ramai, bukan karena pilih-pilih order,ÔÇØ ujar Abdul.

Dampak domino dari penghapusan kebijakan ini diprediksi akan paling dirasakan oleh para mitra pengemudi yang memiliki performa akun kurang baik.

ÔÇ£Kalau menurut saya bakal ada efek domino ke beberapa layanan lain. Driver yang akunnya kurang bagus mungkin bakal paling terasa dampaknya,ÔÇØ ucapnya.

Selain masalah skema Hemat, Abdul menyoroti ketidakjelasan sosialisasi resmi dari pihak aplikator mengenai kebijakan potongan komisi baru sebesar 8 persen yang mulai berjalan.

ÔÇ£Tadi saya lihat pendapatan ke mitra sudah 100 persen, usually 80 persen. Mungkin 8 persennya mulai diterapkan, tapi belum ada penjelasan jelas dari aplikator,ÔÇØ kata Abdul.

Sementara itu, pengemudi ojek online lainnya, Andi (35), memilih untuk fokus pada stabilitas jumlah pesanan harian daripada mengkhawatirkan perubahan regulasi internal perusahaan.

ÔÇ£Kalau saya sih jalanin aja. Mau sistem apa pun, yang penting orderan stabil. Kalau sepi ya tetap berat, kalau rame ya Alhamdulillah. Jadi buat saya yang penting itu kerjaan tetap jalan dan orderan jangan sampai turun,ÔÇØ ujar Andi.

Andi menambahkan bahwa penyesuaian skema tarif dan aturan merupakan hal biasa yang sering dilakukan oleh aplikator, sehingga mitra pengemudi cenderung beradaptasi untuk tetap bekerja.

ÔÇ£Sudah sering juga berubah-ubah. Jadi sekarang ya kita ikut saja. Selama masih bisa narik dan masih ada penumpang, ya tetap dijalani,ÔÇØ ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi