Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta meningkatkan intensitas pengawasan serta pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah di ibu kota. Langkah preventif tersebut mendapat dukungan penuh dari anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman, demi menjamin kelayakan konsumsi masyarakat.
Kondisi kesehatan hewan yang masuk ke Jakarta menjadi perhatian serius mengingat tingginya mobilitas distribusi ternak dari luar daerah. Seperti dilansir dari Media Indonesia, pengawasan terintegrasi yang meliputi verifikasi dokumen kesehatan, pemeriksaan fisik, hingga pemantauan di titik penjualan dinilai krusial untuk mencegah penularan penyakit.
ÔÇ£Pemeriksaan kesehatan hewan kurban bukan hanya soal administrasi, tetapi menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat dan kenyamanan warga dalam menjalankan ibadah kurban,ÔÇØ ujar Ade Suherman, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Pengetatan lalu lintas ternak dinilai memerlukan sistem yang kuat karena Jakarta menjadi daerah tujuan utama distribusi dari berbagai wilayah. Integrasi pengawasan ini diharapkan mampu memastikan keamanan pasokan ternak yang beredar di masyarakat.
ÔÇ£Jakarta sebagai daerah tujuan distribusi ternak membutuhkan sistem pengawasan yang ketat dan terintegrasi agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat dan aman,ÔÇØ kata Ade Suherman, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Pemanfaatan sistem digital dalam pelacakan lalu lintas ternak dan verifikasi dokumen mendapatkan apresiasi karena mampu mempercepat proses pemantauan. Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) menjadi instrumen utama yang memberikan jaminan hukum bagi peternak serta perlindungan bagi konsumen.
ÔÇ£SKKH memberikan rasa aman bagi masyarakat saat membeli hewan kurban sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pedagang yang memang memenuhi standar kesehatan,ÔÇØ tegas Ade Suherman, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Warga ibu kota diimbau untuk membeli hewan kurban di lokasi penjualan resmi yang terdaftar dan diawasi oleh petugas pemerintah. Di sisi lain, perputaran ekonomi selama momentum keagamaan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha distribusi dan peternak yang patuh pada regulasi.
ÔÇ£Idul Adha bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Karena itu, pengawasan yang baik harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pelaku usaha yang taat aturan,ÔÇØ ujar Ade Suherman, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
DPRD DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sistem keamanan pangan di wilayah Jakarta. Hal ini dilakukan guna memastikan kehadiran negara dalam menjaga kualitas komoditas peternakan yang diakses oleh masyarakat.
ÔÇ£Kita ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang, aman, dan nyaman, karena negara hadir memastikan kualitas dan kesehatan hewan yang beredar di Jakarta,ÔÇØ tutup Ade Suherman, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.