Kehadiran Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ke Bursa Efek Indonesia pada Selasa (19/5) dinilai memberikan sinyal penting bagi kondisi pasar modal domestik. Kunjungan yang dilansir dari Media Indonesia tersebut dipandang sebagai bentuk perhatian nyata dari negara terhadap situasi pergerakan pasar saat ini.
Pengamat politik Hendri Satrio menjelaskan bahwa langkah pimpinan lembaga legislatif mendatangi otoritas bursa memang mengundang perhatian masyarakat. Situasi tersebut dianggap mengirimkan pesan khusus terkait komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor keuangan.
"Kalau dilihat sekilas memang agak tidak biasa, tapi DPR datang ke BEI bisa jadi punya pesan tertentu, dan itu bisa saja dibaca sebagai sinyal bahwa ada perhatian terhadap situasi pasar," ujar Hendri Satrio, Pengamat Politik.
Langkah komunikasi publik ini memerlukan penjelasan yang rinci agar tidak memicu spekulasi yang keliru di masyarakat. Menurut Hendri, konfirmasi tujuan kunjungan, seperti pemantauan kesiapan menghadapi penilaian lembaga MSCI, menjadi poin krusial bagi para pelaku pasar.
"Kalau memang ingin memberi sinyal ke pasar, ya itu bagus. Tinggal bagaimana menjelaskannya ke publik supaya konteksnya lebih jelas dan tidak menimbulkan tanda tanya yang berlebihan," kata Hendri Satrio, Pengamat Politik.
Aktivitas di bursa saham tersebut bertepatan pula dengan agenda Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di DPR. Keselarasan kedua momen ini menunjukkan koordinasi kebijakan ekonomi yang sedang berjalan.
"Kalau dibaca bersama, langkah Dasco dan agenda Presiden di DPR itu bisa saling menguatkan. Artinya ada pesan bahwa negara sedang menyiapkan diri dengan serius, baik dari sisi politik maupun dari sisi pasar," ujar Hendri Satrio, Pengamat Politik.
Penyampaian informasi yang transparan dinilai menjadi kunci utama agar dampak positif dari kunjungan ini bisa ditangkap dengan baik oleh investor. Manajemen pesan yang keliru dikhawatirkan dapat mengurangi arti penting dari tindakan responsif tersebut.
"Hal seperti ini bagus kalau komunikasinya rapi. Jadi publik tidak hanya melihat gerakannya, tapi juga mengerti maksudnya. Kalau itu tercapai, pesannya akan lebih kuat," kata Hendri Satrio, Pengamat Politik.