DPR Sebut Konsumsi Rumah Tangga dan Kredit Akselerasi Ekonomi

DPR Sebut Konsumsi Rumah Tangga dan Kredit Akselerasi Ekonomi
Foto: Ilustrasi DPR Sebut Konsumsi Rumah Tangga dan Kredit Akselerasi Ekonomi.

Akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dinilai bertumpu pada dua faktor utama, yaitu penguatan konsumsi rumah tangga serta pertumbuhan kredit perbankan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026 di Jakarta pada Senin (25/5/2026), sebagaimana dilansir dari Investortrust.

Pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi daerah melalui sektor pertanian, pengembangan ekonomi lokal, hingga pembangunan episentrum baru. Kehadiran berbagai proyek Danantara di berbagai wilayah juga diposisikan sebagai instrumen penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

"Banyak proyek-proyeknya Danantara yang melupakan investasi besar itu berkembang hampir di banyak daerah sebagai akselerator. Bapak Presiden sudah meresmikan 13 proyek Danantara dalam 2 fase. Yang terakhir di fase kedua diresmikan di Cilacap," ujar Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Sektor jasa keuangan memegang peran krusial sebagai motor penggerak ekonomi yang mendampingi sektor riil. Kontribusi besar sektor jasa keuangan berada di posisi kedua setelah sektor pertanian dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ini (sektor jasa keuangan) menurut saya yang akan menjadi paru-paru, menjadi jantungnya. Dengan digitalisasi dan pengembangan sektor keuangan yang makin kuat, maka semua pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah), nelayan, petani, industri kreatif ini akan semuanya dipompa oleh jantung sektor keuangan," kata Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor UMKM nasional, pemerintah secara rutin mengalokasikan anggaran subsidi kredit usaha rakyat (KUR) yang mencapai hampir Rp 40 triliun setiap tahun. Misbakhun menambahkan bahwa investasi atau pembentukan modal tetap bruto memegang posisi kedua terbesar setelah konsumsi rumah tangga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh konsumsi. Salah satu penguatan yang paling besar adalah investasi, pembentukan modal tetap bruto, faktor kedua setelah konsumsi rumah tangga," ucap Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Tantangan utama yang dihadapi oleh sektor keuangan saat ini adalah memacu kembali laju pertumbuhan kredit agar mampu mencapai angka dua digit. Pertumbuhan kredit tersebut menjadi indikator penting dari perkembangan investasi yang sedang berjalan.

"Pertumbuhan kredit adalah salah satu indikator utama bagaimana investasi itu dikembangkan. Tantangan yang paling besar saat di sektor keuangan adalah bagaimana menaikkan lagi level pertumbuhan kredit ke double digit," sambung Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Sinergi antara sektor riil yang bertumbuh dan kondisi perbankan yang kokoh diyakini akan melahirkan efek berganda yang luas. Dampak positif ini mencakup seluruh lapisan ekonomi, mulai dari korporasi besar, segmen konsumer, hingga sektor UMKM.

"Pembiayaan yang kuat terhadap semua lini ini akan memberikan upaya-upaya yang sangat serius dorongannya kepada semua jenis usaha," ujar Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.

Artikel terkait

Rekomendasi