Anggota DPR Desak Dirut KAI Mundur Pascatabrakan Kereta di Bekasi

Anggota DPR Desak Dirut KAI Mundur Pascatabrakan Kereta di Bekasi
Foto: Ilustrasi Anggota DPR Desak Dirut KAI Mundur Pascatabrakan Kereta di Bekasi.

Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto menuntut evaluasi total sistem keselamatan perkeretaapian menyusul kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam.

Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi tujuh orang, sementara puluhan lainnya luka-luka. Insiden ini memicu kritik tajam terhadap integrasi teknologi dan manajemen operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Politikus Partai Golkar Firnando Ganinduto menyatakan bahwa sistem perkeretaapian modern seharusnya dilengkapi mekanisme pencegahan kegagalan otomatis yang mumpuni untuk menghindari tabrakan di jalur yang sama.

ÔÇ£Dalam sistem perkeretaapian modern, keberadaan teknologi seperti automatic signaling, train protection system, hingga fail-safe mechanism seharusnya dapat mencegah terjadinya tabrakan, bahkan dalam kondisi human error sekalipun,ÔÇØ kata Firnando, dilansir dari Nasional.

Ia menyoroti ketidakmampuan infrastruktur saat ini dalam mendeteksi keberadaan rangkaian kereta lain di lintasan yang sedang digunakan.

ÔÇ£Ketidakmampuan sistem dalam mengantisipasi kondisi tersebut menunjukkan adanya celah serius dalam integrasi teknologi dan pengawasan operasional,ÔÇØ sambung Firnando.

Legislator tersebut berpendapat bahwa tanggung jawab atas insiden ini tidak hanya berada pada staf teknis di lapangan, melainkan harus ditarik hingga ke level pimpinan tertinggi perusahaan.

ÔÇ£Ada pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pengawasan, kesiapan sistem keselamatan, serta standar operasional yang diterapkan. Ini menjadi tanggung jawab manajemen puncak. Kami mendesak dirut KAI untuk mengundurkan diri,ÔÇØ tegas Firnando.

Firnando juga mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap prosedur darurat dan meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bekerja secara terbuka.

ÔÇ£Keselamatan publik adalah prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi dalam hal ini,ÔÇØ pungkas Firnando.

Di sisi lain, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin memberikan pemutakhiran data mengenai jumlah korban terdampak dalam peristiwa yang terjadi saat KRL tujuan Jakarta-Cikarang tengah berhenti tersebut.

ÔÇ£Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam, tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,ÔÇØ kata Bobby.

Pihak manajemen memastikan bahwa penanganan pascakecelakaan terus dilakukan dengan melibatkan tim evakuasi gabungan dari berbagai instansi di lokasi kejadian.

ÔÇ£Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke stasiun Bekasi,ÔÇØ ucap Bobby.

Artikel terkait

Rekomendasi