DPLK BRI dan BRI MI Tingkatkan Literasi Keuangan Civitas Akademika IPB

DPLK BRI dan BRI MI Tingkatkan Literasi Keuangan Civitas Akademika IPB
Foto: Ilustrasi DPLK BRI dan BRI MI Tingkatkan Literasi Keuangan Civitas Akademika IPB.

Edukasi mengenai pentingnya perencanaan masa depan bagi kalangan akademisi terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara lembaga keuangan dan institusi pendidikan. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI bersama BRI Manajemen Investasi (BRI MI) baru-baru ini menyambangi Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) pada akhir Oktober tersebut, sebagaimana dilansir dari Investortrust, merupakan bentuk nyata implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3 Tahun 2023. Fokus utamanya adalah membekali peserta dengan pengetahuan investasi guna persiapan masa tua.

Data dari OJK tahun 2022 menunjukkan bahwa indeks literasi dana pensiun di Indonesia masih berada di angka 30,4 persen, sementara indeks inklusinya hanya menyentuh 5,4 persen. Kesenjangan ini menandakan banyak masyarakat yang sudah mengenal dana pensiun namun belum memiliki akses langsung ke lembaganya.

Seminar bertajuk "Investasi Sejak Dini, Sejahtera di Masa Tua" ini digelar di Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB University, Bogor. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wita Juwita Ernawati selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University.

Salah satu mahasiswa IPB University, Rizky Putra Ramadhan, menyambut positif inisiatif ini karena membantu civitas akademika dalam mengelola keuangan pribadi.

"Kami senang sekali ada seminar literasi dan inklusi dari DPLK BRI terkait investasi sejak dini karena dapat membantu dalam mengatur keuangan. Kami juga lebih memahami dan dapat mempersiapkan hal apa yang perlu dilakukan untuk sejahtera di masa tua, contohnya menggunakan program pensiun DPLK BRI," ungkap Rizky.

Senada dengan hal tersebut, Nurul Hidayati yang merupakan dosen IPB University menilai bahwa edukasi ini sangat bermanfaat dalam membuka wawasan terkait berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar.

"Edukasi mengenai investasi di masa pensiun dapat meningkatkan literasi dalam mempersiapkan masa depan. Jadi sangat bermanfaat penyampaian dari DPLK BRI dan BRI MI bagi seluruh civitas academica yang hadir, terutama terkait pentingnya investasi sejak dini dan instrumen-instrumen yang bisa dipilih," ujarnya.

Pilihan Produk dan Kemudahan Investasi Melalui BRImo

Senior Executive Vice President (SEVP) Treasury & Global Services BRI, Achmad Royadi, dalam kesempatan terpisah menekankan bahwa pemahaman mengenai risiko dan manfaat investasi sangat krusial bagi kelompok akademisi.

"Dengan memahami pengetahuan dan informasi tersebut, civitas akademika dapat merencanakan keuangan dengan baik dan mulai berinvestasi sejak dini agar memperoleh kehidupan yang lebih baik di masa tuanya," ujar Achmad.

Sebagai solusi praktis, BRI menawarkan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) melalui DPLK BRI dengan pilihan paket yang beragam. Nasabah dapat menyesuaikan pilihan mereka berdasarkan profil risiko masing-masing, baik melalui instrumen konvensional maupun syariah.

Pilihan paket konvensional meliputi BRIFINE Pasar Uang, BRIFINE Pendapatan Tetap, dan BRIFINE Saham. Sementara bagi yang memilih prinsip syariah, tersedia BRIFINE Pasar Uang Syariah serta BRIFINE Berimbang Syariah, termasuk fitur kombinasi lainnya.

Akses pendaftaran program ini kini semakin mudah karena dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi BRImo tanpa harus ke kantor cabang. Nasabah bisa memulai langkah investasi ini dengan setoran minimal iuran sebesar Rp 50.000 setiap bulannya, sekaligus melakukan pemantauan saldo secara real-time.

Artikel terkait

Rekomendasi