Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur memastikan seluruh 8.257 ekor hewan kurban yang beredar di wilayah tersebut dalam kondisi sehat pada Kamis (28/5/2026).
Kepastian tersebut diperoleh setelah petugas di lapangan melakukan pendataan serta pemeriksaan intensif, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Komoditas yang terdata meliputi 3.520 ekor sapi, 3.940 ekor domba, 777 ekor kambing, dan 20 ekor kerbau.
"Biasanya pada H-1 menjelang pemotongan sudah tidak ada lagi hewan kurban yang beredar. Data ini sudah fiks terakhir," kata Kharisudin, Jabatan Fungsional Medik Veteriner DPKHP Kabupaten Cianjur.
Kharisudin menegaskan bahwa peninjauan kesehatan menyeluruh telah selesai dilakukan terhadap semua ternak. Berdasarkan hasil pantauan, petugas tidak menemukan adanya indikasi penyakit menular akut seperti Antraks, penyakit mulut dan kuku (PMK), maupun lumpy skin disease (LSD).
"Secara umum kondisi baik. Paling yang kurang sehat itu karena kelelahan di perjalanan," ungkap Kharisudin.
Setelah melewati fase pemeriksaan fisik dan penyematan label kelayakan, DPKHP Kabupaten Cianjur kini mengalihkan pengawasan pada kualitas daging pascapemotongan. Langkah preventif ini diambil guna memberikan jaminan keamanan konsumsi bagi masyarakat luas.
"Sekras fokus pada post mortem atau pemeriksaan setelah disembelih," pungkas Kharisudin.