Donald Trump Klaim Tim Cook Lebih Berhasil Pimpin Apple Dibanding Steve Jobs

Donald Trump Klaim Tim Cook Lebih Berhasil Pimpin Apple Dibanding Steve Jobs
Foto: Ilustrasi Donald Trump Klaim Tim Cook Lebih Berhasil Pimpin Apple Dibanding Steve Jobs.

Rencana pengunduran diri Tim Cook dari posisi CEO Apple memicu reaksi keras di ruang publik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan komentar provokatif. Pernyataan tersebut disampaikan melalui platform Truth Social pada Selasa waktu setempat.

Dilansir dari Tekno, Trump melontarkan klaim yang dianggap merendahkan warisan inovasi Steve Jobs demi memberikan pujian kepada Tim Cook. Ia membandingkan pencapaian kedua pemimpin raksasa teknologi tersebut dengan sudut pandang yang tajam.

"Jika Steve tidak diambil dari planet Bumi di usia yang begitu muda, dan memimpin perusahaan alih-alih Tim, perusahaan ini akan berjalan baik, tetapi kesuksesannya tidak akan bisa mendekati apa yang telah dicapai di bawah Tim," tulis Trump.

Pernyataan ini memancing kemarahan komunitas pecinta Apple dan pakar industri karena dianggap hanya mengukur keberhasilan dari nilai pasar saham. Kritik bermunculan dengan analogi bahwa memuji Cook sambil meremehkan Jobs serupa dengan mengapresiasi manajer restoran yang pandai mencari laba namun menyepelekan koki penemu resep utama.

Secara historis, Steve Jobs merupakan sosok visioner yang menyelamatkan Apple dari kebangkrutan melalui produk revolusioner seperti iPhone. Tanpa fondasi yang diletakkan Jobs, Tim Cook dinilai tidak akan memiliki produk dasar untuk dikembangkan lebih jauh.

Namun, peran Cook sebagai maestro rantai pasok memang terbukti efektif dalam melipatgandakan valuasi perusahaan dari 350 miliar dollar AS menjadi 4 triliun dollar AS. Trump juga mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan Cook berawal dari komunikasi telepon yang intens di awal masa jabatannya.

"Saat saya mendapat telepon itu, saya bilang, 'Wow, ini Tim Apple (Cook!) yang menelepon, betapa hebatnya itu?' Saya sangat proud pada diri saya sendiri karena bos Apple menelepon untuk 'mencari muka' kepada saya," kenang Trump.

Trump mengeklaim telah memberikan dukungan krusial bagi Apple melalui beberapa kebijakan besar yang mempermudah urusan perusahaan. Ia memuji Cook sebagai sosok yang luar biasa meskipun terkadang memiliki permintaan yang dinilai terlalu agresif.

"Kariernya nyaris tak tertandingi... Secara sederhana, Tim Cook adalah pria yang luar biasa!!!" seru Trump.

Meskipun John Ternus dijadwalkan akan mengambil alih posisi CEO pada 1 September 2026, Tim Cook tetap akan memegang peran penting. Cook akan menjabat sebagai Executive Chairman yang menangani urusan makro, termasuk lobi dengan para pembuat kebijakan global.

Langkah ini memungkinkan John Ternus untuk berkonsentrasi pada pengembangan perangkat keras berbasis kecerdasan buatan (AI) tanpa terganggu oleh dinamika politik. Di sisi lain, para petinggi teknologi dunia memberikan respons yang jauh lebih tenang dibanding Trump.

CEO Google, Sundar Pichai, memberikan ucapan selamat yang hangat melalui platform media sosial X. Ia menyampaikan apresiasi atas interaksi yang selama ini terjalin dengan Cook.

"Selalu menyenangkan bisa bertukar pikiran dengan Anda. Selamat untuk John," tulis Pichai.

Satya Nadella selaku CEO Microsoft turut memberikan pujian atas standar tinggi yang ditetapkan Cook selama 15 tahun kepemimpinannya. Ia menyebut masa jabatan Cook sebagai sebuah perjalanan yang luar biasa di industri teknologi.

"Sungguh perjalanan yang luar biasa. Sangat menyenangkan bisa berpartner dengan Anda selama bertahun-tahun," ungkapnya.

Penghormatan juga datang dari CEO OpenAI, Sam Altman, yang kini menjadi mitra strategis Apple. Altman menekankan bahwa Cook merupakan sosok pemimpin yang memegang teguh prinsip dan konsisten dalam eksekusi kerja.

Artikel terkait

Rekomendasi