Dokter Edukator Masalah Estetika Muslim, dr Anisa Charismawati, memberikan kritik tajam terhadap tren operasi hidung atau rhinoplasty yang menggunakan alasan medis sinusitis untuk mengubah bentuk fisik. Fenomena ini menjadi pembahasan hangat setelah sang dokter mengunggah pesan edukasi melalui media sosial pribadinya.
Dilansir dari Suara, dr Anisa menegaskan bahwa tindakan medis untuk menangani penyakit seharusnya tidak dijadikan dalih untuk tujuan kecantikan semata. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak dibutakan oleh urusan duniawi dalam melakukan prosedur medis.
"Kalau hidung udah kembali ke fitrahnya bisa napas yowes stop, jangan pakai alibi penyakit buat diembel-embelin dipercantik dimancungin itu idung," tulis dr Anisa.
Dalam unggahan tersebut, ia juga membandingkan tren ini dengan fenomena medis lainnya yang pernah viral sebelumnya. Ia menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dakwah dan ilmu agama secara gratis kepada masyarakat.
"Habis melasma, lanjut gigi boneng vs rhinoplasty sekarang sinusitis vs rhinoplasty. Saya tak dakwah aja dok, punten gaes ilmu agama gratis jangan sampai dibutakan dunia," lanjut dr Anisa.
Pernyataan tersebut memicu spekulasi netizen yang mengaitkannya dengan YouTuber Ria Ricis, mengingat Ricis pernah mengaku menjalani operasi hidung demi alasan kesehatan sinusitis. Di kolom komentar, beberapa pengikut secara spesifik menanyakan apakah sindiran tersebut ditujukan kepada sang YouTuber.
"Siapa dok? Bukan @riaricis1795 pastinya kan dok," tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Pertanyaan senada juga muncul dari pengguna media sosial lainnya yang ingin memastikan kebenaran spekulasi tersebut. Netizen tersebut menanyakan secara langsung mengenai sosok yang dimaksud oleh sang dokter.
"Ria Ricis dok maksudnya?" tanya netizen lain.
Selain menyasar pasien, dr Anisa mengungkapkan keprihatinannya terhadap para praktisi medis, khususnya dokter spesialis THT. Ia menyebut para dokter sering kali dipaksa oleh keinginan pasien untuk sekaligus memancungkan hidung saat menjalani prosedur sinusitis.
"Kasian dokter THT gegara sinusitis diklaim operasinya bisa mancungin hidung, yang sinusnya enggak perlu operasi pada minta op ke dokter THT dan jadi pada kena todong operasi after sinus harus mancung," ucap dr Anisa.
Ia memperingatkan masyarakat agar tidak tertipu oleh oknum yang menjanjikan perubahan estetika melalui operasi penyakit. Menurutnya, tidak semua kasus peradangan sinus memerlukan tindakan pembedahan.
"Jangan mau dibohongi oknum ya gaes. Enggak semua sinusitis harus operasi dan operasi sinus enggak bikin mancung," tegas dr Anisa.
Secara teknis medis, perbaikan pada polip atau sinus tidak mengharuskan perubahan bentuk hidung menjadi lebih tinggi. Tindakan untuk memperbaiki struktur tulang yang miring disebut septoplasty, yang hanya bertujuan mengembalikan fungsi pernapasan normal.
"Memperbaiki hidung yang miring atau septoplastik agar dia bisa bernapas kembali seperti normal pada umumnya," imbuh dr Anisa.
Prosedur tersebut dilakukan dengan fokus utama mengembalikan posisi tulang hidung ke tempat asalnya. Dokter menegaskan tidak ada perubahan bentuk estetik yang terjadi dalam proses septoplasty tersebut.
"Itu pun dilakukan hanya berfokus pada mengembalikan tulang hidung yang miring ke tempat asalnya tanpa melakukan perubahan bentuk sama sekali agar bisa kembali bernapas seperti normal pada umumnya," jelas dr Anisa.
Terkait aspek hukum agama, dr Anisa mengacu pada kaidah fikih yang memperbolehkan tindakan medis jika tujuannya mengembalikan manfaat fungsi tubuh. Namun, ia menyatakan bahwa fatwa mengharamkan jika tujuan utamanya murni untuk mengubah bentuk asli ciptaan Tuhan.
"Siapa bilang bukan urusan kita? Dosanya memang milik masing-masing tapi tugas mengingatkan milik bersama karena jika sama sama lalai azabnya bisa jadi milik bersama. Makanya Allah perintahkan ini bukan tanpa alasan," pungkas dr Anisa sembari mengutip Alquran Surat Al-Ashr.